AGAM, Sudah memasuki pekan kedua, hujan melanda Sumbar meluluhlantakkan seluruh pelosok daerah, terjadi banjir, longsor, galodo dimana mana, meninggal dan hilangnya puluhan warga. Bencana belum berhenti, hujan deras masih turun, di daerah daerah tertentu banyak warga yang terisolasi, diantaranya masih bisa mengirim video minta bantuan makanan dan evakuasi udara.
Dari Malalak Timur, wali nagarinya Ulya Satar mengirin video permintaan pasokan makanan dan evakuasi udara. “Semua jalur keluar masuk Malalak Timur sudah tertutup, ke Sigiran kami tak bisa, apalagi ke Ampek Koto, tolonglah bapak BPBD,” katanya
Dari Tiku V Jorong Agam ketua PMI Agam Masrizal dengan motor boat menyusuri rumah warga di kawasan perkebunan. “PMI Agam berkoordinasi dengan BPBD, mencari dan menyelamatkan warga yang terjebak banjir” kata Masrizal.
Kata Firdaus, seorang ustad yang memiliki usaha peternakan Sapi Raudhah di IV Nagari, kawasan Tiku V Jorong terdapat titik banjir dan beberapa lokasi masih terisolasi . ” Di Muaro Putuih ada beberapa titik rawan banjir, disana kalau banjir, lama sekali airnya surut, karena itu kawasan Muara” katanya.
Sementara itu kelangkaan kebutuhan pokok mulai terasa. Menurut ketua PWI Agam Romi Firmansyah, di Lubuk Basung warga sudah mulai cemas, karena beras mulai langka.
“Sulit mencari beras di Lubuk Basung saat ini. Selain stok pedagang dan heler terbatas, akibat bencana, beras diborong untuk bantuan. Diharapkan beras dari luar masuk Lubuk Basung, transportasi terputus” kata Romi.
Tak ada kata lain selaian bersabar, berharap kepada pemerintah, mereka pun litak pula. “Melihat aparat bekerja menangulangi bencana hiba pula kita,” ujar Romi. (MK)












