HMI Istimewa bagi Bupati dan Wabup Tanah Datar 

  • Bagikan
Pengurus HMI bersama Bupati Eka dan Wabup Richi. (ist)

BATUSANGKAR – Bagi kedua petinggi Pemkab Tanah Datar, HMI memiliki keistimewaan dan harapan.

Pada pelantikan HMI Cabang Tanah Datar periode 2021-2022, keduanya Bupati Eka Putra dan Richi Aprian menghadirinya dan mendampingi Ketua Umum PB HMI Raihan Ariatama.

Pada kegiatan Sabtu (24/7) di auditorium kampus 1 IAIN Batusangkar dilantim Ketua Umum Ikhsan Azhari, Sekretaris Umum Ulmayori Gusrianda, Elvia Zika sebagai Ketua Kohati dan Sekretaris Umum Kohati Desti Sumbawati.

Keduanya berharap organisasi melahirkan kader-kader intelektual bagi organisasi dan untuk daerah ini.

“Selamat dan sukses, sebuah kehormatan pengurus HMI Cabang Batusangkar dilantik langsung Ketua Umum PB HMI. Kami yakin ketua dan seluruh pengurus mampu dan siap menjalankannya amanah ini dengan baik,” kata Eka Putra.

Ia menyebut HMI tidak asing baginya, dan tahu banyak tokoh nasional muncul dari organisasi ini. Untuk itu ia mengharapkan HMI Cabang Batusangkar mampu menjadi teladan di tengah-tengah masyarakat, khususnya bagi pemuda, dan mahasiswa yang ada di kampus IAIN ini.
Berikanlah contoh kegiatan, dan peran yang baik dalam membangun generasi muda

Menurut Bupati, pada saat ini perjuangan tidak lagi menggunakan fisik seperti masa dahulu, akan tetapi perjuangan hari ini untuk menjaga generasi muda penerus bangsa dari pengaruh negatif, paham menyesatkan dapat merusak generasi muda.

“Akhir-akhir ini sering kita dengar banyak para pemuda terjerat dan kecanduan narkoba. Untuk itu saya minta kepada pengurus HMI bersama-sama dengan pemerintah kita selamatkan generasi muda dari bahaya laten narkoba,” ajak Bupati.

Kemudian, lanjutnya, juga berkolaborasi dalam mewujudkan sebagai kabupaten tahfidz dengan program satu rumah satu hafidz atau hafidzah. Kemudian, untuk ikut bersama-dengan pemerintah dalam mengedukasi masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

Hal sama disampaikan Wabup Richi Aprian yang juga sebagai Korps Alumni HMI Tanah Datar berpesan agar kader HMI tetap menjaga idealismenya.

“Kalau ada kebijakan pemerintah atau siapapun yang bertentangan dengan semangat HMI dan bertentangan dengan nilai-nilai etis kemasyarakatan serta bertentangan dengan semangat dan ideologi kalian, satu kata dari saya sebagai alumni HMI lawan”, tegas Richi yang pernah aktif di HMI Cabang Bandung.

Ia meminta agar di manapun berada tolong jaga dan pertahanan idealisme, karena idealisme itu mahal harganya. Jangan manfaatkan organisasi ini untuk dijual murah. Jangan sampai tergadai idealisme dan masa muda kalian hanya karena politik trasaksional belaka.

Tentang keberadaan organisasinya, Ketua Umum PB HMI Raihan Ariatama, menyebut sebagai organisasi mahasiswa Islam tertua di Indonesia kurang dalam berinovasi dan hanya menjalankan roda organisasi hanya sebatas rutinitas saja.

Program dan kegiatan yang dilakukan sifatnya hanya mengulang program kegiatan yang dilakukan oleh pengurus sebelumnya.

Untuk ia minta pengurus HMI Cabang Batusangkar melaksanakan program kegiatan yang baru yang betul-betul menjadi sebuah inovasi dan bermanfaat bagi masyarakat banyak. Ini menjadi tantangan besar, karena secara lebih luas lagi tantangan bangsa kita ke depan semakin banyak dan kompleks.

“Ada beberapa tantangan kita hari ini yang sulit kita selesaikan dalam waktu yang cepat dan dengan cara-cara kita yang lama, permasalahan baru harus kita selesaikan pula dengan cara-cara yang baru. Hari ini persoalan pertama yang kita hadapi adalah masalah kesehatan, Covid-19 sebagaimana kita ketahui sudah hampir dua tahun pandemi ini melanda. Dan untuk itu kita harus membangun kesadaran masyarakat,” tandasnya. (ydi)

 

  • Bagikan