HJK Sawahlunto, Walikota Sebut Tantangan ke Depan Makin Berat

Sawahlunto – Kota Sawahlunto memasuki usia ke-137 tahun dengan spirit baru, visi besar, dan tantangan fiskal yang tidak ringan. Hal ini disampaikan Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, dalam pidato resminya pada Sidang Paripurna DPRD dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) ke-137, yang turut dihadiri Gubernur Sumatera Barat, pimpinan DPRD, tokoh adat, alim ulama, dan seluruh unsur masyarakat.

Riyanda menyampaikan doa dan penghormatan serta pantun khas Silungkang yang menggambarkan kebanggaan terhadap identitas budaya Sawahlunto. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah menjaga suasana aman dan kondusif, sehingga pembangunan dapat berjalan

Ia menegaskan bahwa peringatan HJK bukan sekadar seremoni, tetapi momentum retrospektif, introspektif, dan prospektif.

“Hari kelahiran Kota Sawahlunto harus menjadi inspirasi untuk mengisi setiap detik perjalanan daerah ini dengan karya dan prestasi,” ujarnya.

Sawahlunto, yang telah diakui UNESCO melalui Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto (OCMHS) sebagai warisan dunia, menjadi simbol sejarah dan pemacu semangat pembangunan masa depan.

Baca Juga  Ibadah Natal di Dharmasraya dan Sijunjung Berlangsung Aman

Pada Perubahan APBD 2025, Sawahlunto mengalami pengurangan dana transfer pusat sebesar Rp35 miliar. Tahun 2026, tekanan semakin besar karena dana transfer kembali dipangkas hingga Rp93 miliar.

“Ini bukan kelemahan Sawahlunto, tetapi kebijakan nasional yang dialami seluruh daerah. Dampaknya sangat nyata—ruang pembangunan fisik menjadi terbatas dan beberapa agenda harus ditunda,” tegasnya.

Meski demikian, pemerintah kota bergerak proaktif melobi kementerian, lembaga pusat, dan pemerintah provinsi untuk menarik program strategis nasional serta memperjuangkan kenaikan Dana Bagi Hasil Royalti Batubara, yang tahun 2025 berkontribusi Rp10,6 miliar.

Sawahlunto juga menggenjot kerja sama dengan BUMN, swasta, dan perusahaan tambang untuk penyaluran CSR, memastikan pembangunan tetap berjalan.

Visi besar yang tertuang dalam RPJMD 2025–2030 menjadi arah utama pembangunan. Wali kota memaparkan progres dalam tujuh misi pembangunan:

Baca Juga  Saka Hotel Ombilin Heritage Bakal Diresmikan Bulan Ini

Menurut Wako Sawahlunto sebagai Kota Event, Berbagai event besar menghadirkan 95.450 pengunjung sepanjang 2025, mendorong ekonomi UMKM, hotel, kuliner, dan pariwisata.

Realisasi investasi triwulan I–III 2025 mencapai Rp230,85 miliar, tumbuh 80,80% dibanding tahun lalu, dipicu sektor tambang dan pembangunan hotel termasuk Hotel Saka Heritage Ombilin.

Program pelatihan operator alat berat, agroforestry, batik, pengelasan, tata rias, hingga konten digital terlaksana melalui APBN dan APBD Provinsi serta lainnya.

Di hadapan para pemimpin daerah, tokoh adat, dan masyarakat, Wali Kota Riyanda menegaskan bahwa krisis fiskal tidak akan menghentikan langkah Sawahlunto untuk terus berbena diri kedepannya.

Kendatilun anggaran terbatas, tetapi semangat dan gotong royong tidak memiliki batas. Dengan kebersamaan, Sawahlunto akan tetap berdiri tegak sebagai kota yang maju, berbudaya, dan menyejahterakan.” pungkasnya.(sbd)