PADANG — Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Semen Padang terus menunjukkan konsistensi dan komitmennya dalam membantu mengentaskan kemiskinan di tengah masyarakat. Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, lembaga amil zakat ini tercatat sukses menyalurkan dana zakat dengan total mencapai Rp2,74 miliar kepada ribuan mustahik yang membutuhkan. Langkah nyata ini diharapkan mampu memperkuat jaring pengaman sosial, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah di wilayah Kota Padang dan sekitarnya.
Secara terperinci, total dana zakat yang berhasil didistribusikan oleh lembaga kemanusiaan ini menyentuh angka Rp2.739.145.559. Arus penyaluran dana tersebut terbagi atas Rp439,78 juta pada bulan Januari, Rp439,01 juta pada Februari, dan melonjak hingga Rp1 miliar pada Maret 2026. Sementara untuk dua bulan berikutnya, instansi ini menggelontorkan dana sebesar Rp450 juta pada April serta ditutup dengan penyaluran senilai Rp407,73 juta pada bulan Mei.
Manajer UPZ BAZNAS Semen Padang, Akmal, menegaskan bahwa dari berbagai klaster program yang dijalankan, sektor bantuan untuk kelompok asnaf fakir dan miskin menjadi porsi penyaluran yang terbesar. Langkah prioritas ini sengaja diambil karena mampu menjangkau ratusan penerima manfaat secara langsung di lapangan. Bantuan rutin tersebut menyasar kelompok rentan mulai dari warga lanjut usia (lansia), janda, penyandang disabilitas, keluarga kurang mampu, hingga warga yang tertimpa musibah.
Dalam keterangannya, Akmal juga menyatakan bahwa dana zakat yang dipercayakan oleh para muzaki dikelola secara profesional dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. UPZ BAZNAS Semen Padang berkomitmen memastikan setiap rupiah dana zakat yang dihimpun dapat memberikan dampak stimulus yang luas bagi produktivitas masyarakat. Oleh karena itu, selain memberikan skema bantuan sosial rutin, pihak manajemen juga terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi umat secara berkesinambungan.
Pada klaster pendidikan dan kesehatan, lembaga ini aktif menyalurkan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa, baik untuk studi di dalam maupun luar negeri. Bantuan juga diarahkan bagi sektor kesehatan dalam bentuk pembiayaan pengobatan medis, pembelian obat-obatan, hingga pelunasan tunggakan iuran BPJS Kesehatan. Intervensi jaminan kesehatan ini diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu yang berdomisili di kawasan Ring 1 operasional perusahaan serta wilayah administrasi Kota Padang.
Sektor ekonomi produktif juga tidak luput dari pembinaan, di mana para mustahik diberikan stimulan berupa bantuan modal usaha serta pelatihan kewirausahaan terpadu. Para pelaku usaha kecil ini dibekali dengan ilmu strategi pemasaran digital, manajemen pengelolaan usaha, serta sistem akuntansi keuangan sederhana agar usaha mereka naik kelas. Di bidang keagamaan dan dakwah, zakat juga disalurkan untuk guru TPQ/TQA serta insentif operasional bagi para dai yang bertugas di pelosok Kepulauan Mentawai.
Guna menyambut kalender tahun ajaran baru, saat ini badan amil zakat tersebut tengah sibuk menggulirkan jaminan Program Ceria Bisa Sekolah (CBS). Program CBS ini dirancang khusus untuk membantu membiayai kebutuhan operasional siswa dari keluarga kurang mampu agar tidak putus sekolah. Saat ini, program strategis tersebut sudah memasuki tahapan wawancara mendalam bagi calon penerima manfaat dengan melibatkan simpul sekolah di lingkungan Ring 1 perusahaan.
Melalui capaian penyaluran yang masif hingga pertengahan tahun ini, pihak pengelola berharap tingkat kepercayaan para muzaki untuk berzakat di lembaga ini dapat terus bertumbuh. Eksistensi UPZ BAZNAS Semen Padang terbukti krusial dalam menjalankan fungsi mitigasi sosial guna mengatasi problem ekonomi umat. Melalui penghimpunan zakat yang optimal, lembaga ini berkomitmen mengikis ketimpangan ekonomi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata dan berdaya. (*)












