Hendri Arnis Puji Inovasi Sepablock Semen Padang untuk Huntap Mandiri di Padang Panjang

PADANG PANJANG – Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, memberikan apresiasi tinggi terhadap penggunaan teknologi Semen Padang Bata Interlock (Sepablock) dalam pembangunan Hunian Tetap (Huntap) mandiri. Teknologi konstruksi inovatif dari PT Semen Padang ini kini mulai merambah Kota Padang Panjang untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi. Kehadiran inovasi ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi pemulihan infrastruktur pemukiman warga secara cepat.

Pembangunan huntap mandiri di kota berjuluk Serambi Mekkah ini berlokasi di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat. Dalam acara peresmian yang berlangsung Kamis (30/4/2026), Hendri Arnis melihat langsung bagaimana Sepablock diaplikasikan. Ia menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, BNPB, dan PT Semen Padang adalah langkah strategis untuk mempercepat rehabilitasi pascabencana di wilayah Sumatera Barat.

Hendri Arnis tampak sangat antusias saat mengamati spesifikasi material Sepablock yang dikenal efisien dan tahan gempa. Meski baru pertama kali melihat teknologi ini secara langsung, ia aktif berdialog dengan tim teknis mengenai daya tahan bangunan hingga efisiensi biaya. Baginya, kualitas hunian bagi masyarakat terdampak harus menjadi prioritas utama agar warga merasa aman dan nyaman kembali.

Baca Juga  Ketua Panitia Idris Laporkan Keberhasilan Donor Darah PT Semen Padang: 369 Kantong Terkumpul

Dalam sambutannya, Hendri menegaskan kesiapan Pemerintah Kota Padang Panjang dalam mendukung penuh program huntap ini. Ia menyampaikan bahwa pihak pemko telah menyediakan lahan yang memadai untuk pembangunan unit-unit rumah tersebut. Dukungan administrasi dan koordinasi lapangan terus dimatangkan agar proses konstruksi tidak menemui kendala berarti bagi para penerima manfaat.

“Alhamdulillah, kesiapan lahan sudah kami siapkan, bahkan masih tersedia sekitar 20 titik lagi untuk pengembangan huntap ke depannya,” ujar Hendri Arnis. Ia berharap sinergi dengan BNPB dapat terus berlanjut sehingga seluruh warga yang kehilangan tempat tinggal segera mendapatkan hunian baru yang layak. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat.

Hendri juga menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak boleh hanya sekadar membangun fisik bangunan semata. Aspek sosial dan ekonomi masyarakat terdampak juga harus menjadi perhatian agar mereka bisa bangkit lebih kuat. Kota Padang Panjang diarahkan untuk menjadi kota yang tangguh bencana dengan standar keamanan pemukiman yang lebih baik dari sebelumnya.

Baca Juga  Workshop Komunikasi APLP & A PT Semen Padang, Bahas Tren Media Sosial, Teknologi AI, dan Asta Cita Pemerintah RI

Inovasi Sepablock sendiri memungkinkan pembangunan satu unit rumah selesai hanya dalam waktu sekitar 30 hari. Kecepatan ini sangat diapresiasi oleh Hendri Arnis karena masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama di pengungsian atau hunian sementara. Efisiensi waktu tanpa mengurangi kualitas bangunan adalah keunggulan kompetitif yang sangat dibutuhkan dalam situasi darurat pascabencana.

Dengan dimulainya proyek ini, Padang Panjang menyusul daerah lain seperti Padang Pariaman, Agam, dan Lima Puluh Kota yang telah lebih dulu merasakan manfaat Sepablock. Hendri Arnis optimis bahwa penggunaan material lokal yang berkualitas tinggi akan memperkuat kemandirian daerah dalam menghadapi tantangan bencana di masa depan. (*)