LUBUK BASUNG. Dibanding tahun lalu, harga sapi korban tahun ini lebih mahal. Kenaikan harga mencapai Rp 1 juta sampai Rp.2 juta. Namun kenaikan itu tidak mempengaruhi kemauan warga untuk berkorban.
Dari pantauan langsung ke pemelihara sapi di Ujuang Labuang kecamatan Tanjung Mutiara Minggu (3/6) lalu, diperoleh harga sapi di tingkat petani. Sapi dengan daging 80 sampai 90 kilogram sekarang dipatok paling rendah Rp. 16 juta padahal tahun lalu harganya hanya Rp. 15 juta per ekor.
“Paling rendah kenaikan harga sapi kisaran Rp 1 juta, memang naik” kata Hendra.
Walaupun naik, Hendra yang saat ini memelihara 30 ekor sapi korban mengaku tidak gamang, sapi nya tak akan terjual. “Insya Allah sebelum hari raya Idul Adha, semua habis. Biasanya kami kewalahan memenuhi permintaan konsumen ” kata Hendra.
Bahkan Hendra mengatakan, pada hari ini sudah dua pengurus masjid yang datang memesan sapi. Satu pengurus sudah deal yaitu pengurus masjid Badriyah Abdul Azis Isnaini Lansano Lubuk Basung.
“Mereka sudah beri panjar untuk dua ekor sapi” kata Hendra.
Pengurus masjid Badriyah Yohanes Dt ditanya mengatakan bahwa memang pihaknya telah membooking dua ekor sapi jenis Brahman masing masing harga Rp.19 juta. “Baru 2 ekor yang dapat, rencana kami akan sembelih 4 ekor” katanya. (M.Khudri)












