Agam  

Harga Jagung Normal, Tapi Petani Belum Untung Signifikan

LUBUK BASUNG,-  Harga jual jagung memasuki tahun 2023 kembali normal,  tapi petani jagung masih belum meraup untung  yang signifikan. “Harga sudah normal,   tapi dilihat dari hasil panen belum menggembirakan karena kuantitas dan kualitas hasil panen masih dibawah standar ”  kata seorang petani jagung Wasrizal Uncu di Lubuk Basung (17/2).

Usaha pertanian jagung yang mulai menjanjikan penghasilan lumayan bagi petani di Lubuk Basung beberpaa tahun terakhir,  di akhir tahun 2022 lalu mengalami masa masa sulit. Musim hujan yang berkepanjangan mengakibatkan macet proses pengeringan jagung sehingga kualitas jagung menjadi jelek sementara harga jagung pun jatuh sampai Rp.3.200 perkilogram.
“Sekarang sudah normal kembali, yaitu harga  diatas Rp. 4.500 perkilogram ”  kata Uncu.

Tapi masalah baru pun datang,  kata Uncu.”Umumnya permasalahan yang dihadapi petani adalah soal kualitas tampang. Banyak sekali petani “terkicuh” membeli tampang yang jelek,  akibatnya kualitas panen jelek”  kata nya.

Soal bibit,  di Lubuk Basung petani kita kata Uncu pakai bibit  pionir dan NK. “Sebaiknya petani beli.bibit dengan petugas,  atau di kedai kedai  bibit  yang sudah menjamin kualitasnya” katanya.

Kalau Uncu sendiri mengaku menurun kualitas jagungnya bukan karena tampang tapi pupuk. ” Kalau saya kurang pupuk, kalau tampang aman. Kurang pupuk,   disebabkan terbatas modal”  katanya.

Baca Juga  Dinas Pendidika Sumbar Dapat Apresiasi Masyarakat Limo Kaum, Dapur Umum Sangat Membantu.

Satu hal lagi kata Uncu,  petani kita kurang serius.  ” Kalau benar benar diperhatikan kebersihan lahan, pupuk dan pemeliharaan lainnya benar benar diperhatikan maka tentu saja kualitas produksi akan baik” kata Uncu lagi.

Karena itu kata Uncu,  petani jagung perlu pendamping lapangan untuk memberikan masukan dan mambimbiang para petani jagung.  ” Ada petugas perusahan bibit tapi PPL dari pemerintah tidak begitu tampak memberikan pendampingan”  ujar Uncu (M.Khudri)