Gunung Marapi Erupsi, Begini Arahan Gubermur Mahyeldi

Gunung Api Marapi Kamis (12/1) pagi kembali memuntahkan asap hitam. (Maswir Chaniago).

PADANG – Gubernur Mahyeldi Ansharullah meminta BMKG dan instansi terkait agar melakukan analisa dan kajian terhadap perkembangan erupsi Gunung Marapi di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar.

“Untuk meminimalisir korban, kita minta BMKG dan pihak terkait melakukan analisa dan memberikan informasi perkembangan Gunung Marapi yang erupsi saat ini,” harap Mahyeldi, Jumat (13/1) di Kota Padang.

Dikatakannya, erupsi Gunung Marapi menjadi keprihatinannya.

Jangan sampai erupsi menimbulkan korban jiwa.

Dalam melakukan langkah antisipasi dan penanganan bencana ini, ada Undang-Uandang (UU) yang mengaturnya. Terutama terkait kewenangan.

Mana yang menjadi kewenangan Pemprov Sumbar dan pemerintah kabupaten kota.

“Ketika pemerintah kabupate kota membutuhkan dukungan dalam penanganannya, silahkan sampaikan kepada Pemprov Sumbar apa yang menjadi kebutuhan. Karena itu, BPBD kabupaten kota agar berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sumbar,” tegasnya.

Baca Juga  Vaksinasi Dosis Ketiga COVID-19 Gratis

Terkait dampak erupsi Gunung Marapi terhadap masyarakat, Mahyedi juga meminta Dinas Sosial Provinsi Sumbar agar segera mengambil langkah-langkah agar tidak terjadi permasalahan sosial selanjutnya akibat dampak bencana tersebut.

“Bantuan keperluan harian harus disiapkan terhadap masyarakat yang terdampak,” terangnya.

Mahyeldi menilai langkah antisipasi yang dilakukan Pemkab Agam terhadap bencana erupsi ini cukup baik.

Di mana Pemkab Agam melibatkan Satpol PP dan pihak kepolisian melarang aktivitas kemah di gunung ini.

Langkah ini untuk menghindari dampak dan bahaya erupsi yang akan terjadi terhadap masyarakat.

“Pemkab Agam sudah bagus penanganan untuk mengurangi korban. Pemkab Agam yntuk mengatasi langkah selanjutnya melibatkan OPD terkait,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Marapi, Teguh Purnomo di Bukittinggi menyebutkan, Gunung Marapi kembali erupsi dengan melontarkan abu vulkanik setinggi satu kilometer dari puncak, Kamis (12/1) pukul 10.58 WIB. Tinggi kolom abu teramati lebih kurang 1.000 meter di atas puncak gunung.

Baca Juga  Kembali, Dua Nyawa Melayang di Jalinsum Pasaman

Lontaran erupsi itu terlihat jelas dari Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam karena tidak terhalang kabut dan awan pada siang ini. “Ketinggiannya sama dengan 3.891 meter di atas permukaan laut, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan tenggara,” katanya.

Erupsi Gunung Marapi ini bahkan terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 5.1 mm dan durasi lebih kurang 3 menit 4 detik. Gunung Marapi masih berada pada Status Level II (Waspada). Masyarakat di sekitar dilarang mendekat hingga radius tiga kilometer dari puncak.(104)