Gunung Marapi Alami Erupsi Dini Hari Tadi

Marapi

AGAM — Gunung Api Marapi kembali mengalami erupsi pada Kamis (19/3/2026) dini hari. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.29 WIB, sebagaimana dilaporkan oleh Pengamat Gunung Api, Asep Antoni.

Dalam keterangannya, Asep Antoni menyebutkan bahwa tinggi kolom abu pada erupsi kali ini tidak teramati. Namun, aktivitas erupsi terekam jelas melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum 3,5 mm dan durasi gempa selama 22 detik.

Meskipun tidak terpantau secara visual, aktivitas vulkanik ini tetap menjadi perhatian serius bagi masyarakat di sekitar Gunung Marapi.

Baca Juga  Alami Luka Bakar, Dua Pendaki Dirawat Intensif di RSAM Bukittinggi

Sehubungan dengan itu, pihak pengamatan gunung api mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting. Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang memasuki dan beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas, yakni Kawah Verbeek.

Selain itu, warga yang bermukim di sepanjang lembah, aliran, dan bantaran sungai yang berhulu dari puncak Marapi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar, terutama saat terjadi hujan.

Untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik, masyarakat juga disarankan menggunakan masker pelindung guna mencegah gangguan pernapasan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Penggunaan pelindung mata dan kulit juga dianjurkan guna menghindari iritasi.

Baca Juga  Polri Segera Umumkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Warga juga diminta mengamankan sumber air bersih serta rutin membersihkan abu vulkanik yang menumpuk di atap rumah, guna mencegah risiko bangunan roboh akibat beban berlebih.

Pihak terkait terus memantau aktivitas Gunung Marapi dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada serta mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat. (der)