TILKAM – Sawah Pokok Murah (SPM) yang merupakan program unggulan Bupati Agam dalam upaya ketahanan pangan secara resmi dicanangkan Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, Jumat (25/4) yang dipusatkan di Jorong Gantiang, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang. Acara dihadiri kepala OPD tekait dari Provinsi Sumatera Barat dan Pemda Kabupaten Agam.
Pencanangan sawah pokok murah (SMP) diawali dengan penanaman benih padi di sawah yang sudah ditetapkan secara simbolis oleh Gubernur Mahyeldi, Bupati Beni Warlis, Ketu DPRD Agam, Kanwil Petanian Sumbar, Dandim 0304’Agam, Kapolres Bukittinggi, Kadis Pernaian Agam, Camat Tilatang Kamang,, Wali Nagari Koto Tangah dan kepala OPD serta BUMD terkait.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dalam sambutannya mengatakan, dari segi aturan pelaksanaan besar manfaatnya dengan dana desa atau nagari. Bupati Agam pun sudah melakukan langkah-langkah strategis untuk pelaksanaan program SPM.
“Kenapa sawah pokok murah kita laksanakan? Jawabannya singkat, yaitu pokok murah dan hasil panen meningkat 30 persen dari biasanya, sera mutunya di atas premium dengan harga tinggi. Disamping itu melalui pengolahan sawah pokok murah yang terbebas dari pupuk kimia otomatis ikan belu yang biasa hidup di sawah akan berkembangbiak dan dapat menjadi sumber ekonomi karena harga belut cukup mahal disebabkan kandungan proteinnya tinggi.
Saat ini petani sawah terkendala dengan pengairan. Untuk itu kepada Kanwil Petanian Provinsi saya ingatkan agar mempeioritaskan pengucuran dana perbaikan irigasi kepada daerah yang melaksanakan program SPM. Dan kita pun sudah mendapatkan bantuan dana erlindungan hutan dari luar negeri sebesar Rp54 milyar dari Norwegia. Dan dari informasi yang diterima dana tersebut akan ditingkatkan menjadi 20 juta EURO atau sekitar Rp350 milyar berasal dari Jerman.
Untuk itu saya tegaskan mari kita selalu mejaga kelestaian hutan agar sumber air tetap tersedia. 84 persen penduduk Sumatera Barat tinggal di sekitar pinggiran hutan atau perbukitan. Sekali saya ulangi, jangan rusak hutan tapi kewajiban kita adalah menjaga kelestariannya,”ajak Gubernur.
Di akhir sambutanya Gubernur Mahyeldi secara resmi mencanangkan program sawah pokok murah di Kabupaten Agam yang juga disaksikan seluruh walinagari dan kelompok tani pada 16 kecamatan se-Agam melalui virtual yang difasiliitasi oleh Dinas Kominfo Agam.
Sebelumnya Bupati Agam, Benni Warlis mengatakan, penanaman benih pada sawah pokok murah tingkat kabupaten Agam dilaksanakan hari ini secara serentak di 90 nagari yang ada, dan kegiatan pembukaannya dipusatkan di Jorong Gantiang, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang.
“Program unggul SPM dengan menitikberatkan kepada komoditi petanian sawah sesuai apa yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto, yaitu percepatan swasembada pangan. Dengan SPM petani kita bisa panen meningkat, pkok murah, kualitas bagus, harga mahal yang tentunya akan meningkatkan pendaatan petani. Jadi target kita adalah pendapatan dan keuntungan.
SMP yang sudah dimulai beberapa bulan lalu di Agam merupakan gagasan cemerlang dari Bapak Ir. Joni mantan Kepala Dinas Pertanian Sumbar. Bahkan dibawah pimpinan Bapak Joni yang merupakan putra Agam sendiri ada lembaga sosial yang diberi nama “Dangau Inspiriasi”. Di dangau ispirasi itu dihabiskan waktu berdikusi terkait peningkatan produksi pertanian. Lembaga Dangau Inspiriasi beranggotakan para pakar dan ahli tanah dan pertanian.Mudah-mudahan program SPM kita ini menjadi contoh secara nasional,”ungkap bupati.
Wali Nagari Koto Tangah, Amrizal Gunawa. Dt. Maruhun Basa selaku tuan rumah menyebutkan. bahwa sebelum pelaksanaan pencanangan program SPM ada beberapa tahapaan yang dilalui antara lain, melaksanakan zoom meeting dengan pihak Dinas terkait Kabuupaten Agam pada tanggal 22 Januari 2025 dengan agenda SPM. Dilanjutkan dengan koordinasi dengan BPP dan Camat Tilatang Kamang mngenai kebutuhan anggaran.
“Dilanjutkan 24 Februari 2025 pemerintahan nagari dilaksanakan Pra Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) di lokasi pencanangan bersama camat, SL , SM,PPS dan ketua Bamus. 27 Februari 2025 dilaksanakan cek petani cek lapagan mensurvey lokasi bersama PPS, camat, BPP Gobah dan Bamus. Terakhir 28 Februari 2025 dilaksanakan Musdesus dengan menghadirkan lembaga terkait bertempat di kantor Walinagari Koto Tangah.
Sebelumya di Nagari Koto Tangah sudah dilaksanakan Swadaya tanpa menggunakan dana pemerintah atau dana desa pada lahan seluas ¼ hektare yang berlokasi di Jorong Tampuniak dan Tanjuang Barulak,”sebut Walinagari.
Pada akhir acara diserahkan buku panduan SPM dari Dangau Inspirasi kepada guberur dan bupati. Dan juga keala KPKN Bukittinggi menyerahkan piagam penghargaan kepada bupati Agam atas prestasi tercepat dalam pelaporan dana desa. (Mas)












