BUKITTINGGI – Rasa duka kita sampaikan kepada warga yang dilanda musibah banjir bandang dan tanah longsor yang merenggut ratusan nyawa. Bukan hanya itu, banyaknya lahan pertanian dan perkebunan serta infrastruktur yang hancur.
“Mari kita jadikan ajang MTQ ini sebagai wasilah untuk kebaikan Sumatera Barat ke depan,” kata Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullahdalam sambutannya saat membuka MTQ XLI tingkat Sumatera Barat, Sabtu (13/12) malam di lapangan Wirabraja Bukittinggi.
Alquran adalah petunjuk bagi manusia. Maka dengan motto Adat Basandi Syarak,Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), semoga Alquran menjadi penerang bagi setiap sisi kehidupan masyarakat Sumatera Barat.
“Mudah-mudahan dengan MTQ semoga Sumatera Barat kembali bangkit dari misibah yang terjadi. Menjadi kesempatan untuk bangkit lebih maju, lebih baik ke depannya,”pinta Mahyeldi.
Sebelumnya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, H. Mustafa mengharapkan melalui MTQ akan lahir calon pemimpin yang lebih baik 20 tahun yang akan datang. Kepada peserta Kakanwil berpesan agar berlomba dengan penuh sportifitas yang bernilai ibadah, bukan semata untuk mencari hadiah.
Walikota Bukittinggi, H. M. Ramlan Nurmatias pada kesempatan itu menyampaikan selamat datang kepada seluruh kafilah dari 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
Tema yang diangkat pada MTQ ini mengandung makna yang sangat dalam untuk menjadikan Alquran satu-satunya pedoman dan petunjuk bagi kita dalammenjalankan ke hj idupan di dunia fana ini menuju kampung akhirat yang kekal abadi.
Ditambah Walikota, selama berlangsungnya MTQ juga dilaksanakan pameran expo untuk menggerakkan UMKM.
Diperkirakan 5000 pengunjung akan datang setiap hari ke Bukittinggi. Hotel dan homestay pun hampir semua sudah penuh oleh kafilah, dewan hakim, dantamu lainnya. Semua itu tentunya ikut membantu menaikkan perekonomian masyarakat.
Ketua panitia pelaksana yang juga menjabat Wakil Walikota Bukittinggi, Ibnu Asis dalam laporannya menyampaikan, jumlah kafilah dari 19 kabupaten/kota sebanyak 1.091 orang yang akan berlomba dalam 12 cabang dan 60 golongan. Lokasi lomba tersebar pada tiga kecamatan yang ada.
“Selain mimbar utama di lapangan Wirabraja, panitia sudah menyiapkan 11 masjid, dan tiga auditorium. Pelaksanaan MTQ memakan biaya Rp12 miliar yang berasal dari APBD provinsi sebesar Rp7 miliar ditambah APBD Bukittinggi sebanyak Rp5 miliar,” ungkap Ibnu Asis.
Pembukaan MTQ ditandai dengan penaikan bendera MTQ, penyerahan piala bergilir dari gubernur kepada walikota Bukittinggi untuk diperebutkan masing-masing kafilah. (Mas/gdo)












