Agam  

Gubernur Mahyeldi Resmikan ” Istana Akhirat ” di Lubuk Basung.

LUBUK BASUNG

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, resmikan pemakaian sebuah “istana akhirat” yaitu  Masjid Raya Lubuk Basung. Peresmian itu bertepatan dengan momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H, yang digelar di Masjid tersebut, Kamis (20/10).

Masjid Raya itu bukan masjid baru,  tapi masjid itu mengalami renovasi besar besaran sehingga bentuknya berubah jauh lebih megah daripada sebelumnya. Peresmian renovasi  ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi, didampingi Bupati Agam, diwakili Kepala Disdukcapil Agam, Helton, pengurus masjid, tokoh masyarakat dan lainnya.

Helton mengatakan, masjid merupakan tempat suci dan tempat ibadah bagi umat islam.

“Oleh sebab itu, bagi siapapun yang telah membangun masjid secara ikhlas, berarti ia telah membangun istana untuk kehidupannya di akhirat kelak,” katanya.

Selain diresmikan renovasi masjid ini, juga digelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Mari kita jadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, sebagai momentum untuk mengingat kembali perjuangan rasul dalam mengembangkan ajaran Islam, sehingga bisa meneladani akhlak nabi, dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Baca Juga  Semen Padang dan PPNP Sosialisasikan Kaliandra ke Poktan Salingka Maninjau

 

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengucapkan selamat kepada masyarakat Lubuk Basung atas selesainya renovasi dan pembangunan Masjid Raya Lubuk Basung.

“Keberadaan masjid memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan islam dan juga dalam perjalanan kehidupan,”katanya.

Masjid akan memberikan ketenangan dan kedamaian jiwa, bagi orang-orang yang beribadah di dalamnya.

Pihaknya mengajak agar dapat menjadikan masjid ini tidak hanya sebagai sarana ibadah saja, namun juga sebagai pusat kegiatan ditengah masyarakat.

“Masjid dapat mempererat hubungan manusia dengan Allah dan juga mempererat hubungan dengan sesama manusia,”katanya.

Tokoh masyarakat, Bakhrizal Dt Tumangguang menjelaskan, tempat ibadah sudah berdiri sejak tahun 1905 lalu yang diprakarsai oleh Haji Gakuang dari Suku Koto sebagai pendamping keberadaan pasar pada saat itu.

“Kini keberadaan masjid sudah semakin dibenahi oleh pengurus masjid, sehingga dapat dimanfaatkan jamaah dalam melaksanakan ibadah,”katanya.

Tokoh perantau, H.M.Kasmir berharap keberadaan masjid raya terus dibenahi, sehingga jama’ah merasa betah melakukan ibadah menikmati sarana dan prasarana yang dibangun.

Baca Juga  Tanpa pers, tidak akan banyak pihak yang mengetahui hasil pembangunan

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Lila Yanwar menegaskan, gerakan masyarakat hidup sehat dimulai dengan menggerakkanl partisipasi masyarakat, seperti Gerakan Mesjid Bersih atau Posyandu di Mesjid serta menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan kesehatan, melalui ceramah tentang makanan sehat untuk mencegah stunting dan GERMAS.

Ketua Masjid Raya Lubuk Basung Yasri Yantova menjelaskan, renovasi masjid ini dilakukan menelan biaya sekitar Rp 3,5 miliar lebih, yaitu dalam merenovasi dalam ruangan masjid, penggantian karpet baru, pemasangan lampu, rehab toilet dan fasilitas lainnya.

“Semua itu terwujud berkat dukungan bantuan dana donatur dari jamaah, rantau dan kampung halaman serta masyarakat lainnya,”katanya.

Ke depan akan tetap dilakukan perbaikan sarana dan prasarana masjid dalam menciptakan rasa aman dan nyaman jama’ah melakukan ibadah di masjid.

Selain itu, juga akan diintensifkan pembinaan jamaah, generasi muda dan santri TPQ, sehingga dirasakan dampaknya bagi jamaah secara keseluruhan dalam meningkatkan kecintaan kepada Allah SWT.(MK)