Gubernur Buka Akses Transportasi Dari Galugua

Limapuluh Kota – Nagari Galugua merupakan daerah terluar dari Limapuluh Kota. Daerah itu merupakan penghasil gambir dan sawit terbesar di Limapuluh Kota. Meski menjadi daerah petro dolar di Limapuluh Kota, tapi akses transportasi ke daerah itu masih sangat memprihatinkan. Apalgi ketika hujan datang, maka jalan satu-satunya yang menghubungkan daerah itu dengan daerah luar tidak bisa dilalui kendaraan bermotor. Begitu benarlah Nagari Galugua itu.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansyarullah, melakukan kunjungan kerja ke Limapuluh Kota dan bermalan di nagari Galugua itu, Minggu (10/7) kemarin. Pada kesempatan itu, gubernur menegaskan komitmennya untuk mengembangkan wilayah pertumbuhan baru di kawasan Timur Sumatera Barat, khususnya di perbatasan Kabupaten Limapuluh Kota dengan Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.

Untuk itu, gubernur didukung Pemkab Limapuluh Kota berjanji akan meningkatkan infrastruktur jalan dan jembatan untuk memperlancar akses ke Ujung Batu, Rokan Hulu via Nagari Galugua. “Dengan terbukanya akses jalan yang direncanakan provinsi itu, akan disusul dengan pembangunan fasilitas umum, ekonomi dan sosial di daerah Limapuluh Kota. Hal itu, agar terciptanya dinamika pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan Sumbar-Riau,” ujar Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, kepada Singgalang, Senin (11/7).

Baca Juga  Harganas Ke-30 Sumbar, Kabupaten Limapuluh Kota Sabet Sejumlah Penghargaan

Menurutnya, tekad untuk merealisasikan pengembangan wilayah di perbatasan Pasaman, Limapuluh Kota dan Rokan Hulu, Provinsi Riau itu, telah diungkapkan Gubernur Mahyeldi di depan pemuka masyarakat dan warga Sialang dan Galugua, Kapur IX, Minggu (10/7) lalu. “Gubernur Sumbar bersama rombongan berada di Kapur IX dalam rangka kunjungan kerja selama dua hari sampai Senin. Dari kunker itu, terungkap rencana itu. Kalau rencana itu terealisasi, maka dari Sarilamak atau Payakumbuh ke Sialang, Kapur IX, butuh hampir 3 jam, sementara dari Galugua ke Ujung Batu, cuma 1,5 jam. Maka ini dekat sekali ke Riau, maka pilihannya akan bangun jalan ke arah Riau dulu,” tambahnya.

Dikatakan, dengan rencana dari gubernur itu, Pemkab Limapuluh Kota menyampaikan apresiasi. Karena perhatian Gubernur Mahyeldi ke Limapuluh Kota, sedari awal sudah ditunjukkan sejak pelantikan kepala daerah se Sumbar 25 Februari 2021 lalu. “Saat itu, saya dibisiki pak Gubernur Mahyeldi, untuk bersama-sama membangun Limapuluh Kota. Agar Limapuluh Kota yang berbatasan langsung dengan provinsi Riau, bisa menjadi lebih baik dan pertumbuhan ekonominya juga meningkat,” katanya.

Baca Juga  Polres Limapuluh Kota Siapkan Rekayasa Lalulintas Cegah Kepadatan Jalur Sumbar-Riau

Dengan adanya ajakan itu, tambah bupati, ditindaklanjuti dengan intensifnya sikronisasi antara Pemprov Sumbar dengan Pemkab Limapuluh Kota. “Dan kedatangan gubernur Sumbar ke Limapuluh Kota ini adalah untuk kesekian kalinya, ini adalah harapan untuk Limapuluh Kota lebih maju ke depannya. Realisasinya adalah peningkatan infrastruktur jalan provinsi Sialang-Galugua/Tanjung Jajaran mencapai senilai Rp9 miliar. Sejalan perhatian Gubernur Mahyeldi, kita berharap warga Sialang dan Galugua untuk mendukung pertumbuhan wilayah antara Kapur IX dengan Rokan Hulu, Riau, yang telah menjadi program prioritas Pemprov Sumbar,” ucap bupati lagi. 207