Dharmasraya- Anak muda memang beda dengan orang tua. Anak muda selalu cekatan dalam berbagai hal, pintar melihat peluang. Itulah dia Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan, tak menyia- nyiakan waktu, tak memperhitungkan jarak yang jauh antara Dharmasraya dan ibu Kota Jakarta. Dirinya langsung menjumpai Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo yang baru saja dilantik Presiden Joko Widodo pada tanggal 3 April 2023.
Ketua Umum Apkasi ini bertatap muka langsung dengan Menpora Kabinet Indonesia Maju, Dito Ariotedjo diruang kerja kementerian, Senin (10/4/2023). Menpora yang berprofesi sebagai pengusaha dan hobi olahraga itu menyambut hangat kedatangan anak muda asal kabupaten mekar Dharmasraya itu.
Mereka sama- sama berusia muda. Usia Dito Ariotedjo 32 tahun, Sutan Riska Tuanku Kerajaan berusia 33 tahun. Pertemuan itu diwarnai gelak tawa, akrab penuh persahabatan. Begitulah anak muda jika sudah ngumpul, ada- ada saja ide cemerlang mencuat kepermukaan, yang tentunya untuk kepentingan masyarakat.
Bupati dua periode, Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengusulkan agar penggiatan kompetisi olahraga tingkat desa, atau antar kampung (Tarkam) dapat difasilitasi Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Menurut Sutan Riska yang juga didampingi Sekjen Apkasi, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, mengingat besarnya bakat-bakat terpendam di pelosok negeri yang belum terpantau melalui kompetisi resmi yang diselenggarakan induk cabang olahraga.
“Di kampung-kampung kami, banyak bakat-bakat terpendam yang perlu penyaluran kompetisi resmi. Oleh karena itu, sekiranya ada wadah resmi yang dinaungi Kementerian Pemuda dan Olahraga, bakat-bakat itu kami yakin mampu muncul ke permukaan,” terang Sutan Riska.
Rajo Koto Besar ini, berharap dengan adanya wadah resmi yang dinaungi Kementerian Pemuda dan Olahraga, dapat menyumbang calon-calon atlet berpotensi membela bangsa dan negara di tingkat internasional, khususnya di cabang sepakbola, volly dan bulutangkis.
“Dahulu banyak atlet-atlet bereputasi nasional, muncul dari iven-iven olahraga tingkat desa, semisal legenda sepakbola nasional Ramang dari Sulawesi Selatan. Nah semangat itulah yang kami usulkan untuk dimunculkan kembali,” katanya.
Lanjut Sutan Riska, kalau kompetisi tingkat desa secara resmi digelar, selain mendapat jaminan keabsahan iven olahraga rakyat, juga berkesempatan memberi peluang kepada pemandu bakat untuk menemukan calon-calon atlet berkualitas.
“Kami berharap usul kami ini dapat menjadi pertimbangan Pak Menpora. Kami yakin sebagai sesama anak muda, Pak Menpora punya frekuensi yang sama dengan kami, untuk segera dapat kita realisasikan secara bersama-sama,” pungkasnya.
Menteri Pemuda dan Olahraga atau Menpora Dito Ariotedjo menyambut baik sehubungan dengan menggalakkan kompetisi sport antarkampung atau liga tarkam tersebut.
Menurut orang nomor satu di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu, liga tarkam bakal dibuat per regional dengan melibatkan partisipasi aktif setiap kabupaten/kota yang ingin membesarkan kegiatan tersebut.
Katanya, realisasi liga tarkam bukan melulu soal sepak bola. Menteri berusia 32 tahun itu menyebutkan, bakal ada cabang olahraga (cabor) lainnya yang bisa dinikmati dan dimainkan oleh warga kampung di liga tarkam.
” Tidak hanya satu cabor ya, ada cabor lainnya. Yang paling penting adalah Apkasi semangat dan siap mendukung Liga Antarkampung ini. Keterlibatan Apkasi mempercepat realisasi liga tarkam di berbagai daerah,” pungkas Politisi muda Partai Golkar ini. ( roni )












