Geothermal adalah Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan

oleh -259 views
Wamen ESDM berikan kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa UBH Padang, Kamis (24/1). Ist

 

PADANG-Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral Archandra Tahar menegaskan pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) ramah lingkungan. Untuk itu mahasiswa dan masyarakat diminta memahami tingkat risiko ramah lingkungan geothermal.

“Saya tegaskan, geothermal itu ramah lingkungan. Jadi masyarakat, mahasiswa jangan percaya dengan informasi group WA (whatshap). Kalau generasi muda berfikir politik, tidak ada ilmu di situ, tunggu saat kemunduran pada masa depan,”sebutnya di hadapan ratusan mahasiswa saat mengisi Kuliah Umum di Universitas Bung Hatta, Kamis (24/1).

Dikatakannya, bagi yang tidak tahu panas bumi itu ramah lingkungan, bisa melihatnya dari sikap organisasi internasional lainnya di dunia. Karena, jika panas bumi itu tidak ramah lingkungan, maka sudah dulu organisasi itu melarangnya.

Bahkan, menurutnya dengan geothermal menjadikan pembangkit listrik lebih ramah lingkungan. Dengan sendirinya pengurangan penggunaan energi bersumber dari forsil, seperti batu bara dan minyak bumi.

“Jadi saya harapkan, yang bicara geothermal, yang menolak geothermal pahami dulu itu apa itu geothermal. Jika disiplin ilmunya bukan itu sangat bicara geothermal dengan ukuran informasi group WA,”ujarnya.

Dijelaskannya, pemanfaatan geotermal itu dapat dilakukan dengan langsung, ada pula tidak langsung. Langsungnya seperti pemandian air panas. Dapat digunakan langsung oleh masyarakat. Hasilnya, tidak ada korban dari penggunaan itu.

Sementara pemanfaatn tidak langsung yakni pembangkit listrik. Penggunaan ini menggunakan teknologi. Sejak ada pembangkit listrik tenaga panas bumi, belum ditemukan pembangkit yang menyebabkan bencana.

“Coba cari di dunia mana geothermal yang menyebabkan bencana,”ujarnya.

Terkait dampak lingkungan menurutnya itu pasti ada. Namun, risikonya kecil, yakni perkalian kemungkinan terjadi dengan konsekuensi kemungkinan terjadi karena geothermal sangat rendah.

“Soal risiko, semua ada. Jangankan geothermal, naik motor saja banyak risikonya, apa kita harus melarang semua orang tidak menggunakan motor. Begitu juga berapa besarnya risiko naik pesawat, tapi kenapa naik pesawat tidak dilarang,”ulasnya membandingkan.

Diungkapkannya, hingga 2019 potensi terpasang geothermal Indonesia saat ini mencapai 2 giga watt. Jumlah itu menempatkan Indonesia memiliki potensi nomor 2 di dunia. Khusus di Sumbar terdapat potensi mencapai 1.600 MW. Sementara yang sudah diekplorasi baru Solok Selatan dan Kabupaten Solok.

Sementara yang sudah ditawarkan pada investor saat ini ada goethermal Talamau, Pasaman. Sementara potensi lainnya yang belum digarap adalah, geothernal Tandikek dan sejumlah titik lainnya di Agam.

Menurutnya, secara nasional energi Indonesia yang tepat itu adalah melalui geothermal. Jika dibandingkan dengan sumber energi lainnya, seperti minyak bumi Indonesia hanya memilik potensi 0,2 persen dari potensi cadangan dunia. Khusus Sumbar tidak memiliki sumber minyak. Begitu juga dengan gas bumi, Indonesia hanya memiliki potensi cadangan mencapai 1,5 persen cadangan dunia.

Khusus gas itu membutuhkan teknologi untuk menambangnya. Sifatnya, jika sudah ditambang membutuhkan penggunaan langsung. Atau dicairkan menjadi liquified Petroleum gas (LPG).

Jika diperbandingkan, kata Archandra, pembangkit listrik yang paling murah adalah pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Diatasnya ada panas bumi, biaya tinggi ada minyak bumi, batu bara dan tenag nuklir.

Menyikapi, penolak geothermal di Solok menurutnya itu harus dicarikan jalan keluarnya. Harus ada yang menyampaikan geothermal itu ramah lingkungan.

“Orang sudah bicara untuk pergi ke planet mana. Kita di sini masih meributkan geothermal itu merusak lingkungan atau tidak,”pungkasnya.

Gubernur Irwan Prayitno juga menyampaikan potensi energi di Sumbar itu hanya geothermal. Energi hijau, baru dan terbarukan. Untuk itu Sumbar lebih fokus untuk menarik investor mengelola geothermal.

“Ini sudah pasti ramah lingkungan, ini pilihan kita,”jarnya.(104)

Loading...