Gelar Muswil di Padang, PKB Sumbar Kobarkan Semangat Perempuan Jadi Motor Penggerak Keadilan

 

PADANG – Kaum perempuan di Sumatera Barat (Sumbar) didorong untuk keluar dari zona nyaman dan mendobrak stigma politik yang selama ini cenderung menempatkan mereka sebagai pelengkap. Perempuan harus bangkit menjadi aktor utama yang memegang kendali atas arah pembangunan dan jalannya demokrasi.

Pernyataan tegas tersebut dilontarkan oleh Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat, Firdaus, saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW Perempuan Bangsa Sumbar di ZHM Premiere Hotel, Padang, Jumat 19 Juni 2026.

Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus pusat serta ratusan kader perempuan PKB dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar.

Dalam orasinya, Firdaus menyoroti masih adanya pandangan miring yang sengaja diembuskan untuk meredupkan nyali perempuan di panggung politik. Padahal dari segi kapasitas, kapabilitas, dan integritas, kaum perempuan memiliki potensi yang sangat besar untuk mengelola urusan publik.

“Jangan mau perempuan hanya dibicarakan sebagai isu atau sekadar dijadikan objek politik. Perempuan harus menjadi subjek, menjadi pelaku politik aktif yang ikut menentukan arah kebijakan dan masa depan daerah,” ujar Firdaus membakar semangat para kader.

Baca Juga  Walikota Pariaman Yota Balad Buka Sosialisasi Pemutihan PKB

Mengingat kontestasi politik elektoral ke depan, Firdaus meminta seluruh kader tidak pasif. Kerja-kerja sosial yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat harus digas mulai dari sekarang. “Pemilu masih beberapa tahun lagi (2029), tetapi kerja politik harus dimulai hari ini. Kita harus bergerak bersama dan berdaya bersama,” tambahnya.

Fokus Kaderisasi dan 4 Pilar Gerakan Nyata

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPP Perempuan Bangsa, Ny. Neng Eem Marhamah Zulfa, M.M., menegaskan bahwa Perempuan Bangsa adalah motor penggerak keadilan yang tidak pernah diam. Ia menyebut pusat hingga daerah saat ini sedang berfokus penuh pada program kaderisasi agar organisasi ini menjelma menjadi sebuah gerakan nyata, bukan sekadar perkumpulan biasa.

“Kekuatan nyawa organisasi itu ada pada kaderisasi. Kita harus bergerak terstruktur agar Perempuan Bangsa bisa menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi seluruh perempuan Indonesia,” tegas Neng Eem.

Baca Juga  Pemprov Sumbar Bakal Gratiskan Tunggakan Pajak

Dalam Muswil tersebut, Neng Eem membeberkan empat pilar program prioritas yang wajib dikawal oleh kader Perempuan Bangsa di Sumatera Barat, yaitu:

Antisipasi & Pencegahan Kekerasan Seksual: Kader harus responsif dan menjadi garda terdepan dalam pengawasan kasus kekerasan terhadap perempuan, karena kasus-kasus tersebut sering kali tenggelam jika tidak diawasi secara ketat.

Gerakan Penghijauan: Komitmen menjaga lingkungan hidup demi masa depan anak cucu serta menekan risiko bencana ekologis.

Pendidikan Publik: Menghidupkan organisasi melalui ruang-ruang edukasi yang mencerdaskan masyarakat.

Inklusi Lintas Agama: Melebarkan sayap perjuangan berbasis nilai kemanusiaan universal dengan merangkul seluruh elemen lintas keyakinan.

Melalui momentum Muswil ini, DPW Perempuan Bangsa Sumbar diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal, sekaligus melahirkan figur-figur pemimpin perempuan baru yang siap bertarung dan mengisi pos strategis kepemimpinan, baik di tingkat lokal hingga menembus panggung nasional pada Pemilu 2029 mendatang.