FASILITAS OLAHRAGA; Bupati Limapuluh Kota Serahkan Proposal ke Menpora

Bupati Limapuluh Kota serahkan proposal ke Menpora. (ist)

SARILAMAK – Kabupaten Limapuluh Kota kekurangan sarana dan fasilitas olahraga yang diperuntukan bagi masyarakat. Meski demikian, daerah itu tidak kekurangan bibit-bobot atlit berprestasi. Terbaru dalam kejuaraan daerah yang dihelat, daerah itu menyabet juara umum cabang atletik. Guna melengkapi sarana dan prasarana serta fasilitas olahraga itu, bupati Limapuluh Kota tidak kenal lelah. Bahkan terus menjalin komunikasi dengan semua pihak untuk menghadirkan pembangunan di daerahnya.

Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, Rabu (6/7), mengatakan, dirinya terus menjalin komunikasi pembangunan dengan sejumlah kementerian di Jakarta. Setelah kemarin menyambangi Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi, selanjutnya berdiskusi tentang perkembangan olahraga dan kepemudaan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali.

“Saat pertemuan dengan Menpora Amali itu, pak menteri mengungkapkan kekagumannya atas potensi atlit Kabupaten Limapuluh Kota. Bahkan, dia menilai sudah selayaknya Limapuluh Kota direkomendasikan agar memiliki gelanggang olah raga (GOR) yang representatif untuk pemusatan latihan dan kompetisi. Karena faktanya, Limapuluh Kota adalah gudang atlit di Sumatera Barat, dengan prestasi tak saja di level nasional tapi juga berlaga di mancanegara,” ujarnya.

Baca Juga  Pengelola Website di Limapuluh Kota Diberikan Bimtek Jurnalistik

Menurut bupati, dari diskusi di ruang kerja Menpora yang berjalan dalam suasana akrab itu, dirinya didampingi oleh tokoh Limapuluh Kota Mayjen. Purn. Djasri Marin, anggota DPRD Putra Satria Veri dan Kabid Sarana Disparpora Arisman. “Kepada Menpora Amali, kami juga melaporkan prestasi teranyar Kabupaten Limapuluh Kota menggondol Juara Umum Kejuaraan Atletik Tingkat Daerah (Kejurda) Sumatera Barat tanggal 26-29 Juni 2022 di Pasaman. Dimana kontingen Limapuluh Kota berjaya di puncak klasemen dengan mendulang 18 emas, 8 perak dan 2 perunggu, jauh meninggalkan perolehan medali 18 kabupaten/kota lainnya di Sumbar,” tambahnya.

Dikatakan, untuk pembangunan prasarana olahraga seperti GOR bukan lagi kewenangan Kemenpora. Tapi sudah merupakan kewenangan Kementerian PUPR. Namun rekomendasi dari Kemepora merupakan salah satu syarat penting bagi peningkatan prasarana, sarana dan fasilitas olahraga di daerah. “Dan pada kesempatan itu, pak menteri sudah berjanji dengan kesediaan men-support permintaan Limapuluh Kota unntuk melengkapi sarana dan fasilitas olahraga. Dan Alhamdullilah, pak Menpora juga meresponnya dengan baik, pesan-pesan beliau akan kita tindaklanjuti di daerah,” kata Bupati Safaruddin.

Baca Juga  Geger Orang China Menambang Emas di Manggani

Menyadari Limapuluh Kota tak mungkin sendiri untuk meningkatkan fasilitas olahraga, Bupati Safaruddin menyerahkan kepada Menpora Amali proposal peningkatan prasarana dan sarana olahraga di Kabupaten Limapuluh Kota. Lebih rinci, di proposal itu juga disampaikan kebutuhan rehabilitasi GOR Singo Harau yang kondisinya tak lagi representatif. Termasuk pembangunan GOR Indoor serta stadion setingkat desa/nagari di Nagari Koto Lamo, Kecamatan Kapur IX.

“Selain untuk kepentingan pemusatan latihan dan kompetisi, GOR nantinya juga bisa dipakai untuk kegiatan kemasyarakatan lainnya di daerah. Bahkan kita juga telah menyediakan lahan bersertifikasi seluas 6.655 meter persegi untuk pembangunan GOR indoor serta fasilitas penunjangnya berlokasi di kawasan GOR Singo Harau,” pungkasnya. (207)