PADANG – Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan dirinya optimis bisa melakukan revitalisasi Pasar Raya dan pasar-pasar satelit di Kota Padang karena telah masuk sebagai salah satu program unggulan pemerintahannya.
Ia berkomitmen menjadikan Pasar Raya sebagai pusat ekonomi yang bersih, tertib, dan nyaman untuk masyarakat maupun wisatawan.
Pernyataan itu disampaikan Fadly saat berkunjung ke Redaksi Harian Singgalang, Senin (2/6). Dalam kunjungan tersebut, Fadly disambut oleh Pemimpin Umum Harian Singgalang, H. Basril Djabar, bersama Wakil Pemimpin Redaksi Widya Navies, Sawir Pribadi, dan Redaktur Effendi.
“Kita ingin membuat Pasar Raya seperti pasar-pasar bersih di luar negeri, seperti di Kamboja, di mana tamu-tamu penting pun diajak berbelanja ke pasar tradisional yang tertata dan higienis,” ujar Fadly dengan penuh semangat.
Menurutnya, pembenahan Pasar Raya merupakan pekerjaan berat yang membutuhkan keberanian dan komitmen tinggi. Namun ia menegaskan bahwa revitalisasi pasar akan menjadi warisan berharga bagi pembangunan Kota Padang ke depan.
Fadly menyebut bahwa program ini telah dibahas intensif bersama DPRD Kota Padang dan akan membawa manfaat nyata bagi para pedagang, baik dari segi fasilitas, keamanan, maupun potensi peningkatan penghasilan.
Permasalahan di lapangan, lanjutnya, cukup kompleks. Mulai dari pungutan liar, premanisme, kesemrawutan, hingga perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Namun ia tetap optimis bisa menata Pasar Raya menjadi pasar tradisional yang modern dan humanis.
“Ini tantangan besar, tapi dengan kolaborasi semua pihak, saya yakin kita bisa mengubah wajah Pasar Raya menjadi lebih baik,” katanya.
Fadly juga menyampaikan pentingnya membangun pasar yang menarik bagi wisatawan mancanegara. Menurutnya, para turis yang datang ke Mentawai lewat Kota Padang lebih tertarik dengan keunikan pasar tradisional daripada mal-mal modern.
“Kalau mereka melihat pasar yang bersih, unik, dan nyaman, bisa jadi mereka memperpanjang masa tinggalnya di Padang. Ini juga akan memberi dampak positif pada sektor pariwisata kita,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, H. Basril Djabar mengakui bahwa pembenahan pasar memang bukan pekerjaan mudah, namun jika sukses, akan menjadi catatan penting dalam kepemimpinan Fadly sebagai wali kota.
“Pasar tradisional yang sederhana, tapi bersih dan tertata akan selalu menjadi daya tarik tersendiri. Lihat saja di negara-negara maju, banyak wisatawan justru datang ke pasar, bukan mal,” katanya memberi contoh.
Ia pun mencontohkan wisatawan yang datang ke Singapura, lebih memilih mengunjungi kawasan seperti Arab Street, Chinatown, dan Bugis Street ketimbang mal besar. “Itulah kekuatan pasar tradisional, jika dikelola dengan baik,” lanjut Basril.
Selain fokus pada pasar, Wali Kota Fadly juga menyinggung soal terminal bus di Anak Aia yang belum bisa difungsikan karena keterbatasan akses jalan. Ia menyebut, dibutuhkan anggaran sekitar Rp60 miliar untuk pelebaran jalan agar terminal tersebut dapat difungsikan secara maksimal.
Revitalisasi pasar dan terminal ini dinilai sebagai langkah terintegrasi dalam membangun wajah Kota Padang yang bersih, ramah wisatawan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (benk)












