Enam Jenazah Korban Banjir dan Longsor Berhasil Diidentifikasi

Enam Jenazah Korban Banjir dan Longsor Berhasil Diidentifikasi
Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta bersama jajaran Polda Sumbar memberikan secara simbolis data tes DNA yang telah cocok di Rumah Sakit Bhayangkara, Senin (15/12). (Deri oktazulmi)

Padang, Singgalang – Enam korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat telah teridentifikasi. Enam jenazah ini teridentifikasi melalui tes kecocokan DNA yang dilakukan tim DVI Polda Sumbar.

Keenam jenazah itu diserahkan langsung oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta di Rumah Sakit Bhayangkara, Senin (15/12).

“Kita menerima laporan dari Pusdokkes Mabes Polri dari hasil tes DNA yang dilakukan. Saat ini kita serahkan secara simbolis kepada keluarga korban,” kata Gatot.

Gatot mengatakan, penyerahan ini adalah tindak lanjut dari hasil identifikasi akurat yang dilakukan oleh tim DVI Mabes Polri.

“Hasil yang disampaikan tim Mabes Polri, kami tindaklanjuti dengan menyampaikan kepada pihak keluarga. Tingkat kecocokan DNA 99 persen,” ujar Gatot.

Baca Juga  Ditreskrimum Polda Sumbar Tangkap WNA Asal Pakistan

Dikatakan, setelah teridentifikasi, pihak keluarga memiliki hak penuh untuk segera membawa dan memakamkan jenazah di kampung halaman masing-masing.

Dari enam jenazah yang identitasnya sudah dipastikan, tiga diantaranya langsung dibawa pulang oleh keluarga untuk dimakamkan.

Aliah dan Rizky Muhammad Akbar yang merupakan korban banjir bandang di Jembatan Kembar Padang Panjang, akan dimakamkan keluarga di Kabupaten Solok.

Sementara, Nabila Salsabila korban banjir bandang di Salareh Aia, Kayu Pasak Kabupaten Agam, akan dikebumikan di makam keluarga di Pasaman Barat.

“Kami berikan layanan penuh dengan mengantarkan langsung jenazah ke lokasi pemakaman yang telah disiapkan keluarga. Termasuk bagi jenazah yang sebelumnya telah dikuburkan di TPU Bungus,” ujar Gatot.

Baca Juga  Cegah Kenakalan Remaja, Polda Sumbar Gaungkan Kampanye Anti-Tawuran di Sekolah

Sementara itu, Plt Kabiddokkes Polda Sumbar, AKBP dr. Faisal, mengatakan,‎32 sampel yang dikirim DVI Polda Sumbar ke Pusdokkes Polri, enam sampel yang baru teridentifikasi dan cocok dengan DNA pelapor anti-mortem (data sebelum kematian).

Keenam jenazah yang teridentifikasi itu, yakni Iwan Setiawan, Maryunis, Aliah, Pik Adih, Nabila Salsabila dan Rizki Muhammad Akbar.

Proses rekonsiliasi dipimpin langsung Kasubdiddokpol dr. Eka Purnama Sari dengan memastikan kesaman data anti-mortem dan post-mortem (dari jenazah) sebelum identitas‎ diumumkan.

“Dapat dipastikan jenazah yang dikuburkan di Bungus ada lima, kemudian satu ada di Agam, atas nama Maryunis,” kata Faisal. (109)