Empati Sang Masinis

  • Bagikan
Protokol kesehatan - Calon penumpang kereta api menerapkan protokol kesehatan jelang jadwal keberangkatan di Stasiun KA Simpang Haru, Padang, Selasa (27/10).(rian)

Oleh

Yunisma Wartawati Topsatu.com

PADANG-Bunyi peluit ketera api Minangkabau Ekpres jurusan Pulau Air-Bandara Internasional Minangkabau(BIM) melengking ke langit. Itu sebagai tanda kereta sudah akan berangkat. Seorang anak laki-laki keluar masuk mengintp dari mushala stasiun yang begitu bersih. Dia gelisah. Sebab ibunya
belum juga selesai menunaikan shalat Ashar. Sedangkan jadwal kereta api tepat pukul 16.00 WIB.

“Duh..bunda belum selesai shalat, nanti keretanya berangkat. Kita pasti ditinggal kereta nih,”
katanya berseloroh sambil berlari keluar masuk dari ruang mushala.

Kegelisahan anak berusia 6,5 tahun itu terlihat oleh sejumlah masinis dari kejauhan. Sang
masinis pun maklum dan memberi isyarat kepada rekan kerjanya, agar menunggu penumpang yang
sedang menunaikan ibadah.

“Ayo bunda…cepat nanti keretanya berangkat,” kata anak laki-laki yang kemudian diketahui
bernama Muhammad Fajri Yunal Ar Rasyid.

Dia pun membantu ibunya berkemas membawa barang-barang. Sedangkan sang ibu pun setengah berlari dengan mukena yang masih terpasang menuju kereta. Sampai akhirnya keluarga yang terdiri dari
ayah, ibu dan tiga anak itu masuk dan duduk di kereta api Minangkabau Ekpres. Mereka disambut
dengan senyum ramah petugas kereta yang masih muda belia. Wajahnya enak dipandang meski tertutup
masker sebagai pelindung dari virus Covid-19.

“Selamat datang di kereta api Minangkabau Ekpres. Jangan lupa menggunakan masker, jaga jarak ya
buk,” katanya menyambut keluarga kecil tersebut, pada awal Juni 2021.

Dinginnya AC membuat suasana panas di langit Padang menjadi adem. Penumpang pun merasa nyaman di dalam kereta bercorak putih hijau tersebut.

“Bagus ya keretanya,” kata Fajri, merapikan maskernya yang turun ke dagu.

Dia mematut-matut gerbong demi gerbong kereta api yang penumpangnya tak banyak terisi. Kondisi
itu karena adanya pembatasan penumpang dari pihak PT. Kereta Api Indonesia, akibat dampak dari
wabah corona yang melanda dunia.

Pembatasan jumlah penumpang yang dilakukan PT. KAI membuat penumpang merasa aman dan nyaman melakukan perjalan wisata. Sebab wabah corona yang sudah berlangsung selama 1 tahun lebih,
membuat masyarakat bosan berdiam diri di rumah. Sebagian masyarakat memanfaat fasilitas kereta api, sekedar untuk jalan-jalan menghibur diri. Putar balik arah dengan menghabiskan waktu akhir pekan dengan naik kereta api.

“Sudah lama anak-anak minta naik kereta api. Awalnya saya ragu, takut kerumunan. Eh setelah cek
langsung ke stasiun tak banyak orang. Saya langsung pesan tiket dan anak-anak pun senang,” kata
Donal ayahandanya Fajri.

Saat masuk stasiun katanya, terpajang banner yang mengajak penumpang untuk menerapkan protokol
kesehatan. Seperti mencuci tangan, jaga jarak, pakai masker. Di depan pintu masuk gerbang
tersedia wastafel untuk mencuci tangan lengkap dengan sabun. Kemudian ada petugas yang mengecek
suhu tubuh penumpang. Petugas di stasiun Pulau Air Kota Padang itu dilengkapi masker yang tak
pernah terlepas ke dagu.

Kondisi itu membuat penumpang yang ketika itu terdiri dari ayah, ibu dan anak-anaknya merasa
nyaman naik kereta api. Ada yang membawa bayi. Keluarga itu memilih satu tempat duduk yang
berjarak dengan keluarga lainnya.

Sejak pandemi Covid-19 PT. Kereta Api Divre II Sumatera Barat mengimbau calon penumpang kereta
api untuk mematuhi protokol kesehatan. Tujuannya agar perjalan penumpang, baik untuk dinas
hingga liburan bisa berjalan dengan aman dan nyaman. Sehingga kesehatan penumpang bisa terjaga
sepanjang wabah.

Di stasiun Divre II juga tersedia fasilitas protokol kesehatan berupa wastafel portabel untuk
menjaga kebersihan tangan penumpang ketika masuk area stasiun. Semua penumpang wajib menggunakan masker dan pemeriksaan suhu tubuh.

“Selain itu, kapasitas angkut kereta pun masih dibatasi 70% dan tetap dilaksanakan pshyical
distancing di area stasiun dan juga di kereta, ” terang Kepala Humas PT KAI Divre II Sumatera
Barat (Sumbar), Erlangga Budi Laksono, pada Topsatu.com 10 September 2021.

Dijelaskannya, selain menerapkan pembatasan kapasitas angkut, sejak 1 April 2020 sejumlah
perjalanan KA di wilayah Sumatera Barat mengalami penyesuaian yakni berupa pembatalan perjalanan
KA Minangkabau Ekspres relasi Padang ke BIM (PP) dan Sibinuang Relasi Padang ke Naras.

Pembatalan KA yang dimaksud yakni KA Minangkabau Ekspres relasi Padang-BIM (PP) awalnya
beroperasi pukul 06.30 – 20.30 WIB menjadi 06.30 – 17.49 WIB. Kemudian perubahan pola operasi
atau frekuensi perjalanan KA yang semula 12 perjalanan KA perhari menjadi 10 perjalanan KA
perhari.

Selanjutnya KA Sibinuang relasi Padang – Naras yang pembatalan hanya pada perjalanan KA (B34f)
dengan relasi Padang-Naras pukul 07.00 WIB dan di alihkan pada pukul 05.45 WIB.

Meski terdapat beberapa pengurangan jadwal KA, PT KAI Divre II memastikan bahwa jarak antar
penumpang di kereta tetap akan diterapkan melalui pengaturan oleh petugas .

Saat pandemi volume penumpang juga tidak sepadat di waktu normal terdapat penurunan jumlah
volume penumpang.

Kartu Vaksin

Sejak pandemi Covid-19, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan seluruh layanan kereta api (KA)
yang dioperasikan mulai dari jarak jauh maupun lokal, seluruh pelanggannya telah melakukan
vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama.

Kebijakan PT KAI Group tersebut dilaksanakan menyesuaikan dengan terbitnya Surat Edaran
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 69 Tahun 2021.

“Dengan diberlakukannya syarat vaksin tersebut, maka syarat STRP, Surat Tugas, atau surat
keterangan lainnya tidak lagi menjadi syarat bagi pelanggan KA lokal, commuter, atau perkotaan,”
ujar Kepala Humas PT KAI Divre II Sumatera Barat (Sumbar), Erlangga Budi Laksono.

Pada layanan KA Lokal yang dikelola oleh KAI Divre II Sumbar, syarat tersebut baru diberlakukan
mulai Selasa, 14 September 2021. Bukti vaksinasi Covid-19 tersebut akan dicek oleh petugas
melalui layar komputer petugas boarding, sebelum naik KA.

Erlangga Budi Laksono mengungkapkan, pelanggan KA Sibinuang relasi Padang – Naras (PP), KA
Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie – BIM (PP), dan KA Lembah Anai relasi Kayu Tanam – BIM (PP)
wajib sudah melaksanakan vaksinasi, minimal dosis pertama sebagai syarat untuk naik kereta.

Kemudian bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan
tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit
pemerintah yang menyatakan yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi
Covid-19.

Data vaksinasi akan otomatis muncul pada layar komputer petugas boarding, karena PT KAI telah
mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding dan mewajibkan calon pelanggan
menyertakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada saat pembelian atau pemesanan tiket KA Lokal.

Erlangga Budi Laksono menambahkan, jika data vaksinasi penumpang KA tidak muncul pada layar
komputer petugas, maka pemeriksaan akan dilakukan secara manual dengan menunjukkan kartu vaksin
calon pelanggan.

Pada layanan perjalanan KA pada masa pandemi Covid-19 ini, PT KAI Divre II Sumbar tetap
konsisten menjalankan protokol kesehatan secara ketat kepada seluruh penggunanya.

Mulai dari mewajibkan penggunaan masker kepada seluruh pengguna KA, mencuci tangan sebelum dan
sesudah naik KA, serta menjaga jarak aman antar pengguna.

Dalam pengaturan jumlah pengguna KA di dalam satu kereta, kapasitas penumpang juga dibatasi
hanya 50 persen tiket yang dijual dari total kapasitas tempat duduk yang tersedia guna mencegah
kepadatan di dalam KA.

Aturan tambahan yang ada selama masa pandemi ini juga tetap berlaku, seperti tidak berbicara
saat berada di dalam KA. Secara umum pelanggan dengan usia di bawah 12 tahun untuk sementara
waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan dengan KA untuk menekan resiko penularan Covid-19.

“KAI Group secara konsisten menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai kebijakan pemerintah
dan hanya mengizinkan pelanggan yang sesuai persyaratan untuk naik KA. Dengan demikian,
diharapkan seluruh layanan Kereta Api dapat tetap diandalkan oleh masyarakat pada masa pandemi
Covid-19,” tutup Erlangga Budi Laksono.

Penyedian berbagai fasilitas dan penerapan harus vaksin oleh PT. KAI tentunya memberikan kepastian bagi penumpang, untuk bisa menikmati perjalan dengan rasa aman dan nyaman. Harapannya mereka tidak membawa virus ke rumah usai melakukan perjalanan dengan kereta api. (*)

  • Bagikan