Dulu Cari Penumpang, Kini Banjir Pelanggan”: Kisah Haru Mantan Ojol Raih Sukses Berkat KUR BRI

Penampakan kontainer Fuja yang menjual aneka minuman segar hingga jus-jusan. Ist

PADANG-Lamgit Kota Padang tampak begitu terik Selasa ( 29/4). Sebuah kontainer dekat jembatan Taman Siswa Padanh teroajang aneka buah-buahan. Di sana dijual aneka minuman segar dan jus yang menjadi pelepas dahaga saat cuaca panas.

Kontainer itu milik Fuja Afirson (28). Dahulu, Fuja akrab dengan debu jalanan dan persaingan ketat sebagai pengemudi ojek online. Namun, takdir dan keberanian mengambil peluang membawanya ke dunia yang lebih menjanjikan, berkat uluran tangan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI.

Peralihan profesi dari ojol ke penjual jus, berawal pada tahun 2022. Saat itu, Fuja merasakan betul betapa sulitnya mengandalkan penghasilan sebagai pengemudi ojek online untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Jam kerja yang panjang dan persaingan yang ketat seringkali tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan. Di tengah kebimbangan, terbersit ide untuk mencoba peruntungan di dunia kuliner, sebuah gagasan yang awalnya tampak jauh dari latar belakangnya.

Dengan tekad bulat dan keyakinan bahwa ada jalan keluar dari kesulitan ekonomi, Fuja memberanikan diri mencari informasi mengenai modal usaha. Kabar baik datang dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ditawarkan oleh Bank BRI. Tanpa ragu, Fuja mengajukan permohonan, bermodalkan keyakinan dan rencana usaha sederhana namun menjanjikan: berjualan minuman jus segar.

Gayung bersambut, Bank BRI memberikan kepercayaan kepada Fuja melalui kucuran dana KUR. Modal ini kemudian diwujudkan dalam bentuk sebuah lapak usaha yang unik dan menarik perhatian: sebuah kontainer yang disulap menjadi gerai minuman jus yang segar dan menggoda selera. Lokasi yang dipilih pun sangat strategis, yaitu di Jalan Taman Siswa, Kelurahan Alai Parak Kopi, tepat di depan Kantor PU Sumbar, sebuah kawasan yang ramai dengan aktivitas perkantoran dan lalu lintas masyarakat.

“Saya ingat betul saat pertama kali kontainer ini berdiri. Ada rasa gugup sekaligus semangat yang membara,” kenang Fuja saat ditemui di gerainya, 17 April 2025.

“Dana KUR dari BRI benar-benar menjadi titik balik dalam hidup saya. Tanpa itu, mungkin saya masih berkutat dengan setir motor di jalana,” sambung dia

Sejak awal beroperasi, usaha jus kontainer milik Fuja langsung menarik perhatian. Konsep yang unik, kualitas jus yang segar dengan berbagai pilihan rasa, serta lokasi yang strategis menjadi daya tarik utama. Tak hanya masyarakat umum yang menjadi pelanggan setia, pesanan juga mulai berdatangan dari berbagai perkantoran di sepanjang Jalan Taman Siswa hingga kawasan Raden Saleh. Para pekerja kantoran yang membutuhkan minuman segar dan sehat di tengah hari kerja menjadi pelanggan potensial yang berhasil diraih Fuja.

Baca Juga  Cicilan KUR BRI Macet? Ini Solusinya Agar bisa Mengajukan Pinjaman Lagi

“Alhamdulillah, setiap hari selalu ada saja pesanan. Kadang saya sampai kewalahan melayani, terutama saat jam makan siang,” ujar Fuja sambil tersenyum.

Menurutnya, saat menjual aneka minuman segar dan jus dia, pendapatan Fuja jauh lebih besar dibandingkan saat menjadi pengemudi ojek.

“Sekarang, saya bisa menafkahi keluarga dengan lebih baik dan bahkan memiliki impian untuk mengembangkan usaha lebih jauh,” ujarnya.

Keberhasilan Fuja dalam menjalani usahanya, tak lepas dari kerja keras dan inovasi dia. Caranya dengan terus menjaga kualitas bahan baku, menciptakan varian rasa baru yang menarik, serta memberikan pelayanan yang ramah kepada setiap pelanggan. Tak heran, dari mulut ke mulut, popularitas jus Fuja semakin meningkat, dan pelanggannya pun semakin bertambah.

Setelah hampir melunasi pinjaman KUR pertamanya sebesar Rp50 juta, Fuja kini memiliki visi yang lebih besar. Ia berencana untuk kembali mengajukan pinjaman KUR kepada Bank BRI dengan harapan dapat membuka cabang-cabang baru di lokasi strategis lainnya di Kota Padang. Baginya, membuka cabang bukan hanya soal meningkatkan keuntungan, tetapi juga tentang menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain dan turut berkontribusi pada perekonomian daerah.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bank BRI yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada saya melalui program KUR,” kata Fuja dengan tulus. “Harapan saya, BRI terus mendukung para pelaku UMKM seperti saya, sehingga kami bisa terus berkembang, mandiri secara ekonomi, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya m.engakhiri pembicaraan.

BRI Komitmen Kuat Dukung UMKM 

Bank Rakyat Indonesia (BRI) Regional Office (RO) Padang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat. Sepanjang tahun 2024, BRI RO Padang berhasil mengucurkan kredit mikro sebesar Rp 7,64 Triliun kepada 155.102 pelaku UMKM. Angka fantastis ini menegaskan peran BRI sebagai lokomotif penggerak ekonomi kerakyatan di ranah Minang.

Kabar baiknya, BRI RO Padang tidak berhenti di angka tersebut. Untuk tahun 2025, target penyaluran kredit mikro dipatok lebih tinggi, yakni tumbuh 10,9% atau sebesar Rp 1,45 Triliun dari posisi Desember 2024. Optimisme ini tercermin dari kinerja awal tahun 2025, di mana pada Januari dan Februari saja, BRI RO Padang telah menyalurkan kredit mikro senilai Rp 621 Miliar kepada 13.658 debitur dan Rp 674 Miliar kepada 14.834 debitur secara berurutan. Hingga Februari 2025, BRI RO Padang mencatat total 375.693 nasabah kredit mikro.

Baca Juga  Kado Istimewa untuk Sumatera, RSUP M Djamil Padang Jadi Harapan Baru Pasien Gagal Ginjal

Meskipun gencar menyalurkan kredit, BRI RO Padang tetap menjaga kualitas портфеля kredit. Rasio kredit bermasalah (NPL) untuk kredit mikro pada Desember 2024 tercatat sebesar 3,07%, dan target NPL untuk tahun 2025 diproyeksikan lebih rendah, yakni 3,01% atau maksimal Rp 429,5 Miliar.

KUR Jadi Senjata Utama: Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu andalan BRI RO Padang dalam mendorong pertumbuhan UMKM. Pada tahun 2024, penyaluran KUR Mikro mencapai Rp 5,143 Triliun kepada 119.865 UMKM. Sektor pertanian dan perdagangan mendominasi penerima KUR ini, menunjukkan betapa pentingnya sektor ini bagi perekonomian Sumatera Barat.

Meskipun kuota KUR Mikro untuk tahun 2025 ditentukan secara terpusat oleh BRI Kantor Pusat, BRI RO Padang tidak tinggal diam. Berbagai upaya masif dilakukan untuk mencapai target penyaluran KUR tahun ini, mulai dari pemasaran kepada nasabah eksisting, sosialisasi kepada UMKM binaan pemerintah dan BUMN, hingga promosi melalui media cetak dan elektronik.

Syarat Mudah, Bunga Ringan: BRI RO Padang berkomitmen untuk memudahkan akses KUR bagi para pelaku UMKM. Syaratnya pun relatif mudah, antara lain memiliki usaha yang layak namun kekurangan agunan, bertujuan untuk menambah modal kerja atau investasi, dan belum pernah menerima kredit komersial (kecuali jenis tertentu). Sektor usaha yang dibiayai pun beragam, mulai dari pertanian, perikanan, industri pengolahan, hingga pariwisata dan perdagangan.

Dengan plafon maksimal hingga Rp 500 juta, jangka waktu pengembalian yang fleksibel (maksimal 3 tahun untuk modal kerja dan 5 tahun untuk investasi), serta bunga yang sangat kompetitif (KUR Super Mikro hanya 3% efektif per tahun, KUR Mikro dan Kecil 6% hingga 9% efektif per tahun), KUR BRI menjadi solusi pembiayaan yang menarik bagi UMKM.

Kabar baiknya lagi, kualitas портфеля KUR juga terjaga dengan baik. Rasio kredit macet (NPL) KUR Mikro per 31 Desember 2024 tercatat rendah, hanya sebesar 2,22%.

Dengan berbagai upaya dan kinerja yang solid, BRI RO Padang optimis dapat terus menjadi mitra utama bagi UMKM di Sumatera Barat, mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Bagi para pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya, KUR BRI bisa menjadiSuper Mikro 3 % efektif pertahun, KUR Mikro dan KUR Kecil sebesar 6% s.d 9% efektif per tahun. Yunisma