Solok  

Dukung Program GENTING, Semen Padang Terima Penghargaan dari Pemkab Solok

SOLOK — Pemerintah Kabupaten Solok memberikan penghargaan kepada PT Semen Padang atas kontribusinya dalam Program Gerakan Nasional Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Penghargaan diserahkan Wakil Bupati Solok, Candra, kepada Kepala Unit CSR Semen Padang, Idris, dalam Rakor TPPS 2025 di Aula Islamic Center, Koto Baru, Selasa (5/8/2025).

Dalam sambutannya, Candra menyampaikan apresiasi mendalam atas keterlibatan aktif Semen Padang dalam program sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat. Menurutnya, stunting adalah tantangan serius yang harus diselesaikan bersama.

“Stunting bukan sekadar angka, tetapi masa depan anak-anak kita. Kontribusi PT Semen Padang, sebagai orang tua asuh, sangat berarti. Ini langkah nyata membangun generasi unggul,” kata Candra.

Baca Juga  Bupati Solok Dukung Pembebasan 142 Rumah untuk Proyek Jalan Lubuk Selasih–Surian

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menurunkan prevalensi stunting yang masih tinggi di Solok.

Data SSGI menunjukkan Kabupaten Solok masuk dalam daerah dengan angka stunting cukup tinggi di Sumatera Barat. Oleh karena itu, partisipasi dunia usaha menjadi salah satu kunci keberhasilan.

Wakil Bupati berharap perusahaan lain dapat meniru langkah Semen Padang dalam mendukung program prioritas nasional, seperti pencegahan stunting.

“Kami ucapkan terima kasih dan berharap sinergi ini terus berlanjut. Semen Padang telah memberi contoh bagaimana perusahaan bisa berperan aktif dalam pembangunan sosial,” imbuhnya.

Baca Juga  Longsor, Empat Rumah dan Lahan Pertanian di Nagari Aie Luo Solok Rusak

Rakor TPPS kali ini juga menghadirkan sejumlah tokoh penting, seperti Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, Mardalena Wati Yulia dan Wakil Ketua DPRD Solok, Mukhlis.

Acara tersebut menjadi bagian dari penguatan implementasi Program Quick Win Kementerian PMK dan BKKBN dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Partisipasi PT Semen Padang diharapkan memberi dampak berkelanjutan terhadap penurunan angka stunting di Kabupaten Solok dan sekitarnya. (*)