Dugaan Penganiayaan di Dharmasraya Direka Ulang

  • Whatsapp
Reka ulang kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan tewasnya korban Dani Kumara di Nagari Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar, Dharmasraya, Minggu (21/6) lalu. (roni aprianto)

PULAU PUNJUNG –Polres Dharmasraya menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan yang menyebabkan tewasnya korban Dani Kumara alias AR (23), di Nagari Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar, Dharmasraya, Minggu (21/6) lalu.

Rekonstruksi dilaksanakan di Mapolres setempat, Rabu (12/8), melibatkan empat tersangka berinisial AM (62), AW (38), R (19) dan M (33), dan beberapa saksi, termasuk Walinagari Koto Ranah, Marzuki Zain.

Bacaan Lainnya

Bersama tersangka, polisi menggelar rekonstruksi peristiwa sejak tersangka mengatur strategi penjemputan hingga meninggalnya korban. Ada 15 adegan reka ulang yang dipertontonkan dalam rekonstruksi tersebut.

Dari reka ulang dugaan penganiayaan tersebut juga terkuak bahwa masih ada beberapa orang yang menjadi Daftar Pencarian Orang ( DPO) benisial, BAS yang disebut- sebut sebagai anggota DPRD Dharmasraya, GT dan AL.

Dalam rekonstruksi tersebut, polisi menjelasakan adegan pertama, Sabtu (20/6) sekira pukul 23.00 WIB, tersangka M sedang berada di warung Sumanto. Kemudian M mendapat SMS dari DPO inisial BAS  berbunyi “Kang tolong tanya sama Pak Am, bahwa Dani Kumara ( korban-red) sudah ada di Sitiung IV”. Terangka M menjawab, ya nanti saya tanya Pak AM”.

Kemudian terangka M memperlihatkan  SMS DPO BAS  kepada DPO inisial GT yang saat itu bersama, M. Selanjutnya, adegan kedua, M dan GT berangkat ke rumah AM, mempertanyakan sesuai pesan singkat yang dikirim BAS. Kemudian tersangka, M menanyakan “Apakah akan diambil malam ini atau tidak,” kata M kepada AM.

AM menjawab,” terserah” katanya. Kemudian  tersangka M dan GT pulang ke rumah masing- masing. Masuk adegan ketiga pada Minggu 21 Juni 2020 sekira pukul 07.30 WIB, AM berangkat bersama tersangka, AW ke rumah GT. Sampai di rumah GT, AM bertemu dengan BAS, dan temannya bernama Untung. BAS mengatakan setelah dari rumah ini, semuanya kumpul terlebih dahulu di pertamina pak wali Sungai Rumbai.

Pos terkait