Dua Hari, Donasi Wartawan Sumbar untuk Palu Terkumpul Rp 11 Juta

oleh

PADANG – Miris membaca chat Andri satu dari puluhan wartawan di Palu Sulawesi Tengah di WhatsApp Group organisasi wartawan online.

Andry menyampaikan apa adanya, dia mengatakan kalau ada bantuan tolong wartawan diutamakan untuk penyalurannya.

“Banyak wartawan di Palu, Sulawesi Tengah umumnya, dalam kondisi tidak berdaya, sampai hari ini tidak dapat bantuan baik dari pemerintah maupun organisasi non pemerintah,”tulisnya di whatshapp group tesebut, Rabu (3/10).

Meski begitu mereka para jurnalis terus bekerja untuk mengabarkan nestapa daerah bencana kepada nusantara bahkan dunia.

“Membaca chat itu dan tahu bagaimana sulitnya sahabat satu profesi keadaannya di Palu, semakin mengantusiasi wartawan di Sumbar menyalurkan donasinya, termasuk mitra pers Sumbar yang bersimpati terhadap aksi galang donasi buat sahabat seprofesi di Palu,”ujar tokoh pers Sumbar Gusfen Khairul.

Terbukti menurut relawan penggalangan donasi bantu sahabat seprofesi di Sulteng, Adrian toaik Tuswandi, dua hari aksi dibuka dan disebar diberbagai whatsApp komunitas wartawan di Sumbar sudah terkumpul Rp 11 juta.

“Allhamdulillah hari pertama kemarin Rp 5 juta, hari ini melonjak donasi buat sahabat seprofesi di Palu menjadi Rp 11 juta, tercatat dalam list donasi,”ujar Adrian yang kini Komisioner KI Sumbar.

Bahkan kata Adrian  beberpaa mitra pers di Sumbar secara spontan ikut mengisi list donasi.

“Ya ada Pak Andrinof Chaniago (Komut BRI), juga bang Khairul Jasmi (Komisaris PT Semen Padang) ada Ketua Organda Sumbar Sengaja Budi Syukur. Juga Pak Dirlantas Polda Sumbar, anggota DPRD Sumbar HM Nurnas, juga Akuntan di Jakarta orang Sumbar, Sempurna Bahri, ikut list donasi,”ujar Adrian.

Menurut Adrian, list donasi bantu kawan seprofesi di Sulteng akan terus digelar lewat media sosial.

“Terus kita galang, tanpa paksaan dan seikhlasanya sampai berakhir tanggap darurat, lalu semua dana terkumpul kita kirim via rekening kepada setiap sahabat seprofesi di daerah bencana. Saat ini jaringan pers sedang melakukan pendataan,”ujar Toaik biasa komisioner Komisi Informasi Sumbar ini dipanggil.

Prinsip sejak dulu wartawan di Sumbar itu adalah the power of solidarity.

“Satu sakit semua sakit, satu menangis semua wartawan bersedih dan itu tanpa mengenal batas provinsi, yang penting Indonesia,”ujarnya. (yuke)

Loading...