Dr. Dessy Kurnia Sari Bersama KarajoElok.com, Tingkatkan Ekonomi Disabilitas 

oleh -524 views
Para penyandang disabilitas foto bersama dengan Dr. Dessy Kurnia Sari. (Ist)

 

Hendri Nova

Wartawan topsatu.com

“Sudah siap….?”

Dr. Dessy Kurnia Sari, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas itu dengan suara lembut penuh kegembiraan mendekati salah seorang gadis dengan tangan yang abnormal.

Di tangan gadis itu tampak sebuah souvenir cantik hasil kreasinya yang indah. Sesaat Dr.Dessy mengamati souvenir itu dengan teliti. Ia kemudian mengambil gunting, untuk memutus benang yang keluar dari kain.

“Oke…. sudah cantik. Kalau masih ingin membuat yang baru, buat lagi. Tapi kalau mau istirahat, istirahat saja dulu ya…?”

Gadis itu mengangguk dan kemudian berdiri menuju dapur. Suara air keluar dari galon terdengar dari arah dapur. Setelah itu gadis tadi sudah kembali dengan botol air penuh berisi air putih.

Rupanya tadi itu ia mengisi tabung airnya yang kosong, sambil mengambil makanan kecil di dapur. Sesaat ia terlihat makan makanan itu dengan pelan. Sementara Dr.Dessy tampak terus berkeliling pada para penyandang disabilitas yang ia latih untuk berkarya, supaya bisa mandiri.

“Niat hati saya tulus ingin menjadikan mereka lebih berdaya guna. Mereka harus meyakinkan diri mereka, bahwa mereka terlahir bukan untuk menjadi beban orang lain,” katanya.

Sosok seperti Dr. Dessy di dunia ini memang tidak banyak. Mungkin satu di antara 1.000.

Bahkan ada di antara mereka yang malah menggantungkan hidup pada penyandang disabilitas. Mereka rela jadi pemandu di lampu merah, menemani penderita disabilitas meminta-minta dari satu pengendara ke pengendara lainnya.

Tak hanya bayi, orang tua yang sudah jompo pun dijadikan pundi-pundi untuk mendapatkan rupiah. Bahkan yang normal pun ada yang menyamar jadi penyandang disabilitas, demi untuk mendapatkan uang.

“Penyandang disabilitas juga berhak untuk sukses, dan itu sudah  banyak yang membuktikan. Mereka ada juga yang pengusaha, bekerja di Pemerintahan dan lainnya,” tambahnya.

Agar penyandang disabilitas di Sumatera Barat (Sumbar) juga sukses, maka pola pikir masyarakat harus diubah. Mereka jangan lagi memandang anak yang terlahir cacat sebagai musibah ataupun pundi-pundi uang untuk mendapatkan sedekah.

“Yang harus dilakukan hanyalah menemukan potensi para penyandang disabilitas. Oleh karena itu, potensinya harus dibangkitkan sehingga menjadi berdaya guna di masa depan,” tuturnya.

Untuk membantu para penyandang disabilitas itu, maka Dr.Dessy merrilis website KarajoElok.com, dalam upaya merintis kemandirian ekonomi penyandang disabilitas di Kota Padang.

Menurutnya, penyandang disabilitas harus meneladani Chris Burke , seorang pengacara terkenal asal Amerika yang memiliki kebutuhan khusus (down syndrome). Ia pernah berkata “ It’s not our disabilities, it’s our abilities that count” yang artinya, jangan lihat tentang kekurangan yang kita miliki, sebaliknya, kelebihan kitalah yang harusnya kita tonjolkan.

“Kata – kata ini memberikan gambaran bahwa seseorang yang memiliki keterbatasan, sesungguhnya dapat memiliki kemampuan untuk terus berkarya,” katanya.

Ia mengatakan, semangat ini tentunya makin muncul jika karya tersebut dapat dihargai oleh orang lain dan diterima oleh masyarakat luas. Kemampuan para penyandang disabilitas telah dibuktikan dengan iven olah raga Asian paragames yang berlangsung  6 – 13 Oktober lalu, dengan peampilan yang luar biasa. Keterbatasan fisik yang mereka miliki, tak jadi penghalang untuk menampilkan yang terbaik di berbagai cabang olah raga.

“Tak hanya itu, ASEAN Autism Games (AAG) yang berlangsung dua hari pada bulan yang sama yaitu 20-21 Oktober 2018 pun tak kalah megahnya dengan menampilkan atlet penyandang Autisme yang ternyata mampu menampilkan prestasi terbaik pula untuk Negara mereka,” ujarnya.

Sementara di Kota Padang pada 30 September 2016, telah  diresmikannya kawasan Permindo sebagai kawasan yang ramah disabilitas sebagai bentuk konkrit perhatian pemerintah pada eksistensi para penyandang disabilitas.

“Menurut seorang peneliti, Rahmi masyarakat di Sumatera Barat mulai mau menerima disabilitas dan menghargai hasil-hasil karya mereka,” katanya.

Selanjutnya, sebuah studi oleh  Sari, Mizerski dan Liu (2014) merupakan gabungan peneliti Indonesia dan Australia,juga menemukan bahwa masyarakat Sumatera Barat termasuk yang memiliki unsur religiusitas yang berkaitan dengan keinginan mereka untuk menolong sesama  termasuk para penyandang disabilitas.

Dengan tingginya minat masyarakat kota Padang untuk membantu sesama (giving behavior), maka bisnis sosial (social entrepreneurship) merupakan suatu pilihan bisnis yang cukup potensial dikembangkan di Kota Padang. “Terinspirasi dari negara maju yang telah membuat sistem yang terpadu dalam membantu, kaum disabilitas, Indonesia dengan diinisiasi kota Padang dapat mulai melakukan langkah ini,” tuturnya,

Di Australia, misalnya, dikenal organisasi yang bernama Good Sammy yang memfokuskan diri pada mempekerjakan para difabel. Mereka yang memiliki keterbatasan juga diyakini memiliki keinginan yang kuat untuk bekerja selayaknya orang normal.

Good Sammy di Australia hadir di tengah masyarakat dengan menyediakan barang barang karya penyandang disabilitas. Lebih jauh lagi, program Good Sammy juga termasuk menjual barang donasi yang hasil penjualannya akan dimaksimalkan bagi kepentingan penyandang disabilitas di Australia.

“Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang saya ketuai, para penyandang disabilitas akan dihargai hasil karyanya dan dibantu pemasarannya,” akunya.

Gerakkan sosial untuk memandirikan para penyandang disabilitas di Kota Padang, melalui upaya mengapresiasi hasil karya mereka ini dapat dilakukan melalui pembuatan sebuah system terpadu yang berbasis online.

Pembuatan website www.KarajoElok.com adalah sebuah solusi untuk bertemunya calon pembeli dan penjual. Konsep dari KarajoElok.com adalah sebagai website yang memposisikan diri sebagai etalase sekaligus sebagai bagian dari marketing strategy untuk memperkenalkan produk para penyandang disabilitas pada masyarakat.

KarajoElok.com hadir sebagai sebuah bisnis sosial di tengah masyarakat. KarajoElok.com juga sebagai sebuah solusi nyata dalam penjualan produk yang diproduksi oleh para penyandang disabilitas dan keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Kota Padang.

Saat ini pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Padang. YPPLB (Yayasan Pembina Pendidikan Luar Biasa)  adalah salah satu SLB tertua di kota Padang.

Produk yang dihasilkan diantaranya adalah gantungan kunci dari bungkus permen yang cantik, sandal unik, gelang, gantungan kunci, seprei, bahan baju bahkan jilbab yang telah dimasukkan pada Website KarajoElok.com. Selanjutnya, partner kedua adalah Asosiasi Orang Tua Anak Autisme (AORTA) yang siap memproduksi makanan sehat sebagai cemilan anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan kriteria Gluten Free , memakai bahan alami dan menyehatkan seperti palm sugar dan almond yang baik bagi ABK (bahkan anak autis dan hiperaktif) juga bagi anak normal sekalipun. Eryanto selaku Ketua AORTA telah bersepakat untuk bekerja sama untuk mempromosikan dan memasarkan karya anggotanya di Website KarajoElok.com.

Besar harapan Dr.Dessy agar seluruh warga Indonesia umumnya dan Sumbar khususnya, membeli produk penyandang disabilitas ini melalui website ini. Jika makin banyak yang terjual, tentu bisa mengangkat perekonomian penyandang disabilitas. *

Loading...