Padang  

DPRD Padang Kawal Kontribusi PT Semen Padang, Bidik Perluasan Pasar dan Kenaikan PAD 2026

Rapat Komisi II DPRD Padang bersama PT Semen Padang.

PADANG – DPRD Kota Padang melalui Komisi II memperketat pengawasan terhadap kontribusi PT Semen Padang dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang tahun 2026.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi strategis antara Komisi II DPRD dan manajemen PT Semen Padang yang digelar pada Jumat (23/1/2026).

Rapat yang dipimpin anggota Komisi II Surya Jufri Bitel dan didampingi Indra Guswadi itu membahas sejauh mana kontribusi perusahaan semen tertua di Indonesia tersebut terhadap APBD Kota Padang, khususnya dari aktivitas operasional dan penguasaan pasar.

Surya Jufri menegaskan, sebagai perusahaan besar yang beroperasi dan memanfaatkan sumber daya alam di Kota Padang, PT Semen Padang memiliki tanggung jawab moral dan ekonomi untuk memberikan kontribusi optimal kepada daerah.

“Kami ingin data yang transparan dan terukur. Kontribusi perusahaan harus sebanding dengan aktivitas dan sumber daya yang dimanfaatkan, apalagi di tengah tantangan ekonomi 2026,” ujar Surya Jufri dalam rapat tersebut.

Baca Juga  Komisi II DPRD Padang Dorong Pasar Kaget Jadi Pasar Rakyat

Ia menambahkan, DPRD membutuhkan data rinci terkait potensi pendapatan yang selama ini masuk ke kas daerah agar target APBD dapat dirancang secara realistis dan berkelanjutan.
Menurutnya, kontribusi sektor industri strategis seperti PT Semen Padang sangat menentukan arah pembangunan Kota Padang ke depan.

Menanggapi hal itu, Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, menjelaskan bahwa perusahaan saat ini tengah fokus menjaga stabilitas usaha di tengah ketatnya persaingan industri semen nasional.

“Kami berupaya mempertahankan pasar-pasar tradisional yang selama ini menjadi basis utama pendapatan perusahaan, sekaligus membuka peluang perluasan ke wilayah baru yang potensial,” kata Idris.

Ia menilai, peningkatan penjualan dan penguasaan pasar akan berdampak langsung pada keberlangsungan perusahaan serta kontribusinya terhadap daerah dan negara.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Padang, Indra Guswadi, menyoroti persoalan harga Semen Padang yang dinilai masih lebih mahal dibandingkan produk semen dari luar daerah.

Baca Juga  Tanam 205 Pohon Sengon di Bekas Tambang, PT Semen Padang Implementasikan Ekonomi Hijau untuk Dukung Asta Cita Pemerintah RI

“Sebagai tuan rumah, seharusnya harga Semen Padang bisa lebih kompetitif. Anehnya, justru semen dari luar dengan biaya distribusi lebih tinggi bisa dijual lebih murah,” ujar politisi PPP tersebut.

Menanggapi kritik tersebut, Idris menyampaikan bahwa PT Semen Padang telah meluncurkan produk alternatif dengan harga lebih terjangkau, yakni Semen Merdeka, untuk menjawab kebutuhan pasar.

“Produk ini sebenarnya sudah bisa bersaing dari sisi harga, hanya saja masih perlu didorong dari sisi promosi agar lebih dikenal masyarakat luas,” katanya.

DPRD Kota Padang menegaskan bahwa strategi ekspansi pasar PT Semen Padang harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap regulasi daerah.

Komisi II berharap peningkatan kinerja dan laba perusahaan dapat berdampak langsung pada kenaikan PAD Kota Padang secara signifikan pada tahun 2026 dan seterusnya. (*)