Komisi IV DPRD Padang Buka Pengaduan Dugaan Penipuan Umrah

oleh
Ketua DPC PPP Padang Maidestal Hari Mahesa. (*)

PADANG – Komisi IV DPRD Padang bakal membuka posko pengaduan bagi jamaah umroh korban dugaan penipuan Travel Umrah PT Bumi Minang Pratiwi (BMP) Haji dan Travel.

Sebab, banyak masyarakat yang menjadi korban mengadu langsung kepada Ketua Komisi IV.

“Kami banyak menerima pengaduan dari masyarakat melalui Short Message Service (SMS), telepon, WhatsApp, dan media sosial lainnya. Banyak yang menyampaikan, mereka menjadi korban atau sanak familinya yang menjadi korban,” ungkap Ketua Komisi IV Maidestal Hari Mahesa, Jumat (6/4).

Alasan Komisi IV DPRD Kota Padang membuka posko pengaduan, kata Mahesa, daripada masyarakat mengadu satu-satu melalui SMS, telepon, WhatsApp, dan lainnya, sebaiknya langsung mengadu ke DPRD melalui posko pengaduan yang dibuka.

“Daripada satu-satu mengadu melalui kami, dan belum jelas apanya, sebaiknya kami buka langsung posko pengaduan. Karena sudah banyak yang buka posko pengaduan, seperti kepolisian dan Gebu Minang. Bagi masyarakat yang ingin mengadu ke DPRD, ya kita fasilitasi juga. Masyarakat jangan takut-takut melaporkan,” ujarnya.

Tujuannya, jelas Esa sapaan Maidestal, agar Komisi IV DPRD Kota Padang dapat menghimpun secara keseluruhan data-data korban dugaan penipuan travel umroh dan haji PT BMP dan PT Rindu Baitullah ini. Menurut informasi yang diterima Esa, jumlahnya mencapai ribuan.

“Setelah menerima pengaduan masyarakat dengan data yang jelas, kami akan mengundang Kementerian Agama, dan bagian Perizinan Kota Padang untuk menindaklanjutinya agar tidak menjadi permasalahan lagi di kemudian hari. Kasus serupa juga pernah terjadi di Kota Padang yang melibatkan travel umroh dan haji Al Haram,” ungkapnya.

Menurut Esa, maraknya kasus penipuan berkedok travel umroh dan haji jelas merupakan pengkhianatan kepada umat Islam. Apalagi, selama ini umat Islam telah menaruh kepercayaan kepada mereka, tapi ujung-ujungnya malah ditipu.

“Kita tidak ingin kasus ini terulang lagi. Kasihan jamaah yang telah susah payah mengumpulkan uang untuk melepas rindu ke rumah Allah. Mereka menabung dan menyisihkan penghasilan sehari-hari yang tak seberapa, dengan berlinang air mata karena rindu ke Mekkah, tapi malah dikhianati. Ini kan biadab namanya,” tegasnya.(bambang)

Loading...