Padang  

DPKH Sumbar Datangkan 300 Sapi Indukan dari Makasar Via Tol Laut

Inilah sapi yang didatangkan dari Makasar via tol laut. Dalam foto terlihat sapi masih didalam kapal yang akan diturunkan di Pelabuhan Teluk Bayur Padang.J.E Syawaldi

PADANG – Pemprov Sumbar melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan (DPKH) program subsidi sapi indukan bunting kepada para peternak di Sumatera Barat. Subsidi ini sendiri dilakukan guna mempercepat peningkatan populasi sapi di dalam negeri.

“Bangganya, ini adalah yang pertama kali dilakukan setelah vakum beberapa lama. Terakhir, pengiriman ini dilakukan pada tahun 2005 lalu. Ini sebagai awal dan pembuka bagi kita. Tahun depan rencana ada lagi 1.500 sapi indukan dikirim ke Sumbar,” jelas Kepala DPKH Sumbar, drh. Erinaldi kepada wartawan, Senin (20/12) malam di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang.

Nantinya, sapi-sapi tersebut akan diserahkan kepada 150 Kelompok Tani (Keltan) yang ada di Sumatera Barat dan telah didata sebelumnya oleh Dinas Peternakan Sumbar.

Baca Juga  SMK 11 Maret Bekasi Bangga Bergabung dengan CSR TBIG

“Sapi-sapi ini adalah paket, jika dalam perjalanan dia melahirkan anak, Keltan itu berhak juga atas anak sapi yang sudah lahir,” papar Erinaldi.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Padang, drh. Iswan Haryanto mengatakan, ada beberapa tahapan yang harus dipastikan pada pengiriman pertama setelah vakum sejak tahun 2005 ini. Yakni, pertama, sebelum bersandar, pihaka karantina akan melakukan pemeriksaan menyeluruh saat semua sapi masih berada di atas kapal.

Kemudian, pihak karantina baru mengizinkan kapal untuk membongkar muatan jika kondisi tersebut sudah dipastikan baik. Setelah itu, sapi-sapi tersebut masuk ke dalam instalasi (pemeriksaan karantina darat) guna memastikan kondisi sapi yang ada di kloter ini sehat, baru setelah itu boleh dilalulintaskan di Sumbar.

“Setelah dipastikan sehat baru boleh turun, lalu masuk kandang instalasi diistirahatkan. Saat di instalasi, kita akan mengambil sampel dan memeriksanya di laboratorium sambil pengasingan dan pengamatan. Setelah oke dan sehat baru dilepaskan,” tutup Iswan.

Baca Juga  Petugas Kebersihan Kota Padang Dilindas Kereta Api

Secara Nasional, penambahan populasi sapi akan bertambah, sekaligus akan bertambah sumber input produksi sebagai investasi dan menjadi pondasi menuju swasembada daging sapi yang dicanangkan tercapai di tahun 2022 dengan adanya program subsidi sapi indukan ini.

Dalam upaya peningkatan populasi, selain penambahan indukan, juga dilakukan beberapa upaya oleh Kementan yaitu, percepatan peningkatan populasi sapi melalui Sapi Kerbau Indukan Komoditi Andalan Negeri (Sikomandan), lalu penguatan 7 Unit Pelaksana Teknis (UPT) perbibitan dengan menghasilkan bibit sapi/kerbau yang berkualitas, serta menekan jumlah pemotongan betina produktif. (syawal)