Dosen FKIP Universitas Bung Hatta Beri Motivasi dan Pelatihan E-Bisnis bagi UMKM Sablon Inyiak

  • Bagikan

PADANG – Kehadiran UMKM Inyiak Sablon di Kota Padang mampu menciptakan peluang usaha dan kreativitas, sejalan dengan usaha untuk mempertahankan dan mengembangkan unsur-unsur tradisi dan kebudayaan setempat.

Sebagai UMKM yang konsisten mengedepankan nilai-nilai lokal pada desain dan filosofisnya, Inyiak Sablon mampu menyerap tenaga kerja dalam skala kecil mengingat jumlah penduduk Indonesia yang besar, tetapi tingkat pengangguran cukup besar.

Dari sinilah, terlihat bahwa keberadaan UMKM Inyiak Sablon sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat yang belum memiliki pekerjaan.

Dalam pengembangan UMKM, langkah ini tidak semata-mata merupakan langkah yang harus diambil oleh pemerintah dan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah (Anggraeni, dkk, 2017: 1287). Sablon Inyiak memang merupakan UMKM di bawah binaan Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Padang.

Namun demikian, keberadaan perguruan tinggi, dalam hal ini Universitas Bung Hatta, juga dapat berperan dalam mengembangkan unit usaha yang dikelola oles masyarakat.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat, diharapkan peran perguruan tinggi, terutama Universitas Bung Hatta, terhadap UMKM secara bersama-sama membangun perekonomian rakyat.

Inyiak Sablon merupakan UMKM yang membuka layanan jasa sablon untuk pembuatan kaos, tas, topi, dan souvenir menarik lainnya yang mengedepankan kearifan lokal.

Beberapa khas dan daya tarik produk Inyiak Sablon terlihat dari pemberdayaan istilah-istilah kedaerahan melalui desain kaos dan atribut lainnya.

Syafri Antoni, yang juga merupakan alumni Prodi Teknik Industri FTI Universitas Bung Hatta, telah merintis unit usahaannya sejak 2014. Sejak 2014 hingga 2021, Inyiak Sablon telah memiliki banyak produk souvenir dan tidak hanya diproduksi secara manual, tetapi juga mulai masuk ke wilayah digital. Secara internal, beberapa permasalahan yang memerlukan perhatian lebih ialah sistem digitalisasi promosi.

Pemasaran produk Inyiak Sablon dan layanan jasa yang dilakukan sistem manual atau endorse tidak begitu efektif serta meningkatkan minat konsumen sehingga perlu upaya yang efektif.

Salah satu upaya tersebut ialah memanfaatkan Facebook Ads (Facebook Advertising) sebagai sarana promosi dalam pengembangan usaha.

Dalam sistem itu, pemilik usaha akan dibantu untuk menjangkau para calon konsumen secara lebih luas berdasarkan usia, jenis kelamin, wilayah jangkauan, dan sebagainya.

Di samping persoalan promosi, hal kedua yang dibutuhkan mitra ialah kebutuhan akan mesin curing sablon dan rak-rak pakaian yang belum tersedia. Alat ini adalah suatu alat yang dapat membantu untuk proses pengeringan tinta sablon khususnya plastisol, dimana proses pengeringan dan pematangannya sendiri membutuhkan beberapa waktu dengan cara penyinaran. Mesin curing sablon sebagai solusi pengganti untuk penyinaran langsung matahari, prosesnya juga lebih cepat, hasil pengeringan dan pematangan lebih rata.

Hal ini dapat mengurangi resiko pecah atau retak hasil sablonan ketika beberapa kali di cuci. Dengan demikian, hal ini diharapkan semakin meningkatkan kualitas pemasaran dan produksi Sablon Inyiak.

Pengembangan UMKM Inyiak Sablon diharapkan menjadi sangat strategis untuk menggerakkan perekonomian masyarakat dalam mencapai kesejahteraan.

Pada akhirnya, eksistensi UMKM Inyiak Sablon diharapkan menjadi katup pengaman dari situasi krisis lapangan kerja dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan jasa yang diperkenalkan dengan menggunakan sistem digitalisasi.

Target yang dicapai dari kegiatan ini diperoleh laporan berupa impression, traffic, lead dan lain sebagainya. Melalui sistem digitalisasi, akan teridentifikasi peningkatan peminat berdasarkan usia, jenis kelamin, dan jangakuan wilayah. Di dalam iklan, dimuat perihal kontak person Inyiak Sablon, produk pilihan, besaran pemesanan, dan item layanan lain yang dapat menjadi informasi kepada calon konsumen.

Adapun kelebihan Facebook Ads meningkatkan pasar atau peminat ialah sebagai berikut ini.
1. Pengguna Facebook tidak hanya banyak, tetapi juga aktif. Facebook adalah media sosial paling aktif kedua di Indonesia setelah YouTube. Orang Indonesia rata-rata menghabiskan waktu 2 Jam 23 menit per hari di media sosial buatan Mark Zuckerberg ini.

2.Selain memiliki pengguna berlimpah yang aktif, demografi pengguna Facebook juga beragam. Berdasarkan laporan We Are Social 2018, 56 persen pengguna Facebook adalah laki-laki dan 44 persen sisanya adalah perempuan, Dari sekian banyaknya pengguna aktif dengan demografi yang beragam, pengguna bisa menentukan target iklan Anda sespesifik mungkin.

3. Pengguna bisa mempersempit target iklan berdasarkan lokasi, usia, hingga minat dan hobi.

4. Facebook Ads tidak hanya memungkinkan untuk menjangkau follower pengguna, tetapi juga mendapatkan follower baru. Sama dengan Google Ads, Facebook Ads juga menawarkan fitur remarketing. Dengan adanya fitur ini, target audience Anda tidak hanya melihat iklan Anda di Facebook, tetapi juga di website dan aplikasi yang bekerja sama dengan Facebook. Dengan begitu, Anda bisa mempertahankan buying intent target audience Anda melalui iklan yang tersebar di Facebook, website dan aplikasi yang bekerjasama dengan Facebook.

5. Facebook Ads menyediakan berbagai pilihan tujuan marketing, dari mendapatkan trafik, mengumpulkan leads, download aplikasi, hingga melakukan pembelian. Pengguna dapat memilih salah satu dari pilihan tujuan marketing yang paling sesuai dengan bisnis.

6. Dilihat dari kelompok usia, Facebook juga menawarkan target audience bermacam-macam. Facebook memiliki sebaran pengguna dari kelompok usia akti dari remaja hingga dewasa. (benk)

  • Bagikan