AGAM – Selama bertahun-tahun menjalankan usahanya, seorang pelaku UMKM di Nagari Malalak Timur, hanya mengandalkan pembeli yang lewat atau tahu lokasi tokonya dari mulut ke mulut. Promosi hampir sepenuhnya bergantung pada relasi antar warga, sementara calon pembeli dari luar nagari kerap kesulitan menemukan lokasi usahanya.
Ia tidak pernah membayangkan usahanya bisa ditemukan hanya dengan sekali ketuk di layar ponsel. Kini, hal itu menjadi kenyataan setelah usahanya terdaftar di Google Maps berkat program mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Negeri Padang.
Transformasi digital ini terwujud melalui program pendaftaran usaha ke Google Maps yang digagas oleh mahasiswa KKN Reguler Universitas Negeri Padang yang mengabdi di Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam.
Program ini bermula dari observasi awal mahasiswa yang menemukan bahwa mayoritas UMKM di nagari belum memanfaatkan platform digital untuk mempromosikan usahanya, padahal potensi produk dan jasa yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga kebutuhan sehari-hari.
Berkolaborasi dengan perangkat nagari dan langsung menyasar pelaku UMKM dari rumah ke rumah, program ini dilaksanakan secara intensif pada pertengahan Juli 2026. Mahasiswa terlebih dahulu melakukan pendataan pelaku usaha di setiap jorong, sebelum kemudian turun langsung untuk mendampingi proses pendaftaran satu per satu.
Inovasi utama dari program ini adalah pemetaan lokasi usaha secara akurat menggunakan titik koordinat GPS, pengisian informasi jam operasional dan kategori usaha, hingga penambahan foto produk agar tampilan usaha lebih menarik di mata calon pembeli. Mahasiswa juga membantu penulisan deskripsi singkat untuk setiap usaha, sehingga informasi yang tampil di Google Maps lebih lengkap dan mudah dipahami pengguna.
Program ini tidak lepas dari kerja keras seluruh anggota kelompok KKN yang bergerak secara taktis mendata dan mendampingi pelaku usaha satu per satu. Anggota kelompok dibagi ke dalam beberapa tim kecil, ada yang bertugas melakukan survei dan pendataan langsung ke lokasi usaha, ada pula yang berfokus pada proses input data dan verifikasi titik lokasi agar sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. isi angka pasti UMKM di Nagari Malalak Timur yang sebelumnya belum memiliki titik lokasi digital kini berhasil terdaftar dan dapat diakses langsung melalui pencarian di Google Maps.
Guna memastikan keberlanjutan program setelah masa KKN berakhir, mahasiswa turut memberikan edukasi singkat kepada para pelaku UMKM mengenai cara memperbarui informasi usaha secara mandiri di Google Maps, seperti mengganti foto, memperbarui jam buka, hingga membalas ulasan pembeli. Dengan bekal pengetahuan ini, pelaku usaha diharapkan dapat terus menjaga dan memperbarui profil usahanya secara mandiri tanpa bergantung pada pihak lain.
Program ini sejalan dengan SDGs Desa Tujuan 8 (Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata) melalui peningkatan daya saing UMKM berbasis digital, serta SDGs Desa Tujuan 9 (Infrastruktur dan Inovasi Desa Sesuai Kebutuhan) melalui pemanfaatan teknologi informasi bagi masyarakat.
Kehadiran program ini disambut positif oleh para pelaku usaha. [Nama Pelaku UMKM] menyatakan bahwa dirinya merasa terbantu dengan adanya pendaftaran ini.
“Kutipan dari pelaku UMKM tentang manfaat yang dirasakan,” ungkapnya saat ditemui di lokasi usahanya.
Dengan langkah digitalisasi ini, UMKM di Nagari Malalak Timur diharapkan semakin dikenal luas, mampu bersaing di era pasar digital, serta memperluas jangkauan pembeli hingga ke luar daerah. Sebuah langkah kecil yang membawa dampak berkelanjutan bagi perekonomian nagari. (rel)












