Donny Moenek Ramaikan Bursa Cagub Sumbar

oleh -1.073 views
www.rol.bengkulu

PADANG-Sekjend Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Reydonnyzar Moenek yang akrab disapa Donny bakal meramaikan bursa calon gubernur Sumbar. Bahkan melihat rekam jejaknya, kans rang Tanah Datar ini, cukup besar untuk memenangi Pilgub Sumbar 2020.

Nama Donny mencuat, terutama mewakili kalangan birokrat, setelah sebelumnya mengapung sejumlah nama politisi dan kepala daerah seperti  Nasrul Abit, Ali Mukhni, Riza Falepi, Mahyeldi, Refrizal, Tifatul, Indra Catri, Hendrajoni, Mulyadi, Hendra Irwan Rahim dan lainnya, termasuk nama Kapolda Sumbar Fakhrizal.

Pamong senior Rusdi Lubis terkait mencuatnya nama Donny Moenek sebagai salah seorang kandidat gubernur pada Pilgub 2020, adalah wajar dan pantas. Apalagi melihat rekam jejak bersangkutan bagus.

Dari sisi pengalaman, sebut Rusdi memenuhi syarat. Kaya ide untuk kemajuan Sumbar. Meski hanya menjabat sekitar enam bulan menjadi Pj. Gubernur Sumbar, sudah banyak yang diperbuat. Punya link mantap, wawasan oke dan teruji sukses membangun komunikasi dengan berbagai pihak.

“Itu adalah modal besar bagi Donny. Tapi semua tergantung dari masyarakat Sumbar dan parpol yang mengusung nantinya,” sebut Rusdi.

Selain, Rusdi mantan Bupati Tanah Datar Masriadi Martunus juga menilai Donny merupakan sosok yang ideal untuk memimpin Sumbar ke depan. “Ia seorang yang profesional, berintegritas dan mempunyai jejaring yang luas di pusat,” ujarnya.

Latar belakangnya yang pamong (birokrat) dan keilmuan yang selama ini didapatkan Donny, sangat bermanfaat bagi kemajuan pembangunan Sumbar.

“Donny mengerti tentang manajemen pemerintahan yang terdiri dari manajemen SDM, keuangan dan organisasi,”ujar Bupati Tanah Datar periode 2000-2005.

 

Sutan Riska Mengapung Pula

 

Nama Sutan Riska Tuanku Kerajaan bergaung di Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDI Perjuangan Sumbar yang diselenggarakan di salah satu hotel di Padang, Rabu (26/6). Bupati Dharmasraya itu diusulkan untuk menjadi calon tunggal Gubernur Sumbar yang akan diusung PDI Perjuangan (PDI-P).

Namun, usulan di Rakerda itu belum final. Munculnya nama Sutan Riska disebutkan Ketua DPD PDI-P Sumbar, Alex Indra Lukman dalam sesi jumpa pers. Menurut Alex, dari sekian banyak kader PDI-P yang dinilai layak menjadi calon gubernur pada pemilihan gubernur (Pilgub) 2020, baru Sutan Riska yang dianggap mumpuni. Lakek tangan Bupati muda tersebut telah terbukti.

“Nama Sutan Riska memang disebut dalam rakerda tadi. Sebagai kepala daerah yang sukses membangun Dharmasraya, Sutan Riska memang memiliki kans untuk naik tingkat ke provinsi. Tadi, nama Sutan Riska yang disebut para kader,” terang Alex.

Walau nama Sutan Riska masuk bursa, namun disebutkan Alex, PDI-P bersikap elastis dalam menyongsong pilgub mendatang. Bisa jadi ada calon lain yang merapat ke partai berlambang banteng itu.

“Pilgub belum dibahas secara serius, apalagi sekarang pendaftaran belum dibuka. Nan pasti, PDI-P akan mengusung calon terbaik, yang memang mampu mengelola Sumbar, dengan segala potensi yang dimilikinya. Sutan Riska sebenarnya punya kemampuan itu. Sangat potensial sebagai penyambung antara daerah dan pemerintah pusat,” ungkap Alex.

Di era kepemimpinan Sutan Riska, Dharmasraya memang giat membangun dan maju pesat. Gelontoran bantuan pusat tak alang banyaknya. Bupati muda kelahiran 1989 tersebut juga sudah dihujani banyak penghargaan, sebagai hasil dari kerja kerasnya membangun Dharmasraya. Dengan demikian, tak aneh rasanya kalau nama Sutan Riska masuk bursa sebagai Calon Gubernur Sumbar (Cagub).

Ketika dikonfirmasi peluangnya menjadi Cagub Sumbar, Sutan Riska mengaku menyerahkan sepenuhnya keputusan pada partai. “Sebagai kader, saya manut pada keputusan partai,” ucapnya singkat.

 

Edriana Mewakili Bundo Kanduang

 

Edriana seorang aktivis perempuan nasional namanya mengapung masuk bursa kandidat Pilgub Sumbar 2020. Selain Edriana yang juga berpeluang mendapatkan kapal ‘aman’ Gerindra,  disebut-sebut Nasrul Abit (Ketua Partai  Gerindra Sumbar), Andre Rosiade (Caleg DPR RI terpilih).

Edriana meski tidak lolos ke Senayan hasil Pemilu 2019, tapi termasuk barisan Caleg Perempuan memperoleh suara signifikan, punya cara pendekatan pemilih yang tidak dipunyai Caleg lain.

“Uni Nana (sapaan akrab Edriana) memiliki sentuhan yang mengena  di banyak pemilih emak-emak di  Sumbar,”ujar Umil warga Padang.

Apalagi Partai Gerindra  peraih suarat terbanyak tidak mengekang kadernya untuk mewujudkan mimpi dalam misi mensejahterakan rakyat Indonesia. Baik dalam pertarungan Pemilu 2019 dan Pilkada serentak di 2020 mendatang.

Meskipun demikian, Edriana yang aktivis perempuan di Women Research Institute (WRI), dan perempuan Minang asal Tanjuang, Pandai Sikek itu pun  kini mulai diperbincangkan publik masuk pusaran Calon Kepala Daerah  pada Pilkada 2020.

Menurut Donny A Saputra, warga Sawahlunto, Edriana sosok yang memiliki nama yang sampai saat ini masih melekat di masyarakat. Ia memberi sesuatu yang berbeda bagi warga dalam berdemokrasi, yakni tidak sekadar datang tapi memberi pemahaman demokrasi yang cerdas dan mencerdaskan masyarakat.

“Edriana berbeda dengan semangat yang lain, memang ada kaum dari perempuan yang berniat memajukan masyarakat Sumbar, tapi masih sangat kecil artinya ada yang maju tapi tidak memiliki kontekstual kedepan,” ungkap Donny, saat silaturahmi bersama Edriana, Direktur WRI di Tanah Datar.

Edriana ditanya soal peluang maju Cagub Sumbar dengan senyum khas menjawab lihat bagaimana Pilkada Sunbar berporses. “Saya menyandarkan karir politik  kepada kehendak masyarakat banyak saja. Proses Pilkada baru tahap awal sekali,”ujarnya.

 

Parpol Mulai Meraba Cagub

 

Pembicaraan terkait siapa yang layak menggantikan Irwan Prayitno sebagai orang nomor satu di Sumbar, memang hangat dibicarakan. Bahkan, partai politik sudah mulai melakukan seleksi para kader dan tokoh, pengamat politik juga nyaring menyampaikan analisisnya.

Sejumlah nama tokoh mengapung. Nama Irjen Fakhrizal, yang kini menjabat sebagai Kapolda Sumbar termasuk yang paling nyaring disuarakan untuk menduduki kursi gubernur. Jenderal bintang dua asal Agam tersebut dianggap cakap dalam memimpin.

Apalagi dia dekat dengan kalangan akar rumput.DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Barat menyiapkan tiga kader terbaiknya untuk bertarung dalam pemilihan gubernur 2020. Salah satunya mantan Menkominfo Tifatul Sembiring. Dua nama lain yang disodorkan adalah Walikota Payakumbuh Riza Pahlepi dan Walikota Padang Mahyeldi

“Secara kapasitas, mereka dinilai siap mewakili PKS bertarung pada Pilgub 2020,” kata Ketua DPW PKS Sumbar Irsyad Safar di Padang.

Partai Amanat Nasional (PAN) juga mengusulkan tiga nama. Yakninya, Ali Mukhni (ketua DPW PAN Sumbar) yang juga bupati Padang Pariaman dua periode, Epyardi Asda (mantan anggota DPR RI tiga periode) dan Shadiq Pasadique (mantan bupati Tanah Datar dua periode).

“Ada tiga nama kader PAN Sumbar yang digadang-gadangkan siap maju di Pilgub Sumbar 2020. Mereka adalah Ali Mukhni, Epyardi Asda dan Shadiq Pasadique. Mereka adalah kader terbaik PAN Sumbar,” kata Ketua Harian DPW PAN Sumbar, Guspardi Gaus.

Partai Demokrat mengapungkan nama Ketua DPD Demokrat Sumbar, Mulyadi untuk maju. Mulyadi saat ini menjadi satu-satunya kader Demokrat Sumbar yang dianggap bisa bersaing di Pilgub

Sumbar 2020 nanti. “Saat ini hanya Pak Mulyadi yang menjadi satu-satunya kader Demokrat Sumbar yang siap bersaing di Pilgub Sumbar 2020,” kata Wakil Ketua DPD Demokrat Sumbar, Sabar AS. (015)

Loading...