Disain Produk Anak Minang Diakui Dunia Internasional

  • Whatsapp
Diva Salsabila Growpadi dan tantenya foto bersama dengan Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial saat temu ramah di Kantor Dinas Pariwisata Sumbar. Yuke  

PADANG-Sebuah prestasi membanggakan diukir Diva Salsabila Growpadi, karena karyanya berupa disain produk diakui dunia internasional. Ini dibuktikan dengan diberikannya penghargaan certificate recognition oleh World Packaging Award pada siswi SMKN 4 Padang  tersebut.

Penghargaan itu diterima Diva begitu dia disapa karena ikut dalam lomba kemasan tingkat dunia yang diadakan World Packaging Federation 2019.

“Alhamdulillah saya bisa mendapatkan penghargaan berupa certificate recognition dari World Packaging Federation,” kata Diva di Kantor Dinas Pariwisata Sumbar, Selasa (14/1).

Dijelaskan Diva, certificate of recognition dari world packaging federation yang dia terima dalam lomba worldstar packaging awards student category se dunia diberikan kepada peserta yang memiliki nilai diatas 50.01% dari semua penilaian. Meliputi inovasi, desain yang menjual, ketahanan, proses pembuatan yang mudah, kemasan yang sesuai dengan tujuan dibuatnya dan menyatukan dengan fungsi dari kemasan, efesiensi pengemasan, dan tampilan secara keseluruhan.

Dikatakan Diva, bakatnya dalam membuat disain sudah mulai terlihat sejak duduk di bangku sekolah dasar. Kemudian dia mengikuti lomba dan mendapat juara. Lalu di 2016 Diva juga ikut lomba kemasan di Dispar dan juara II. Kemudian di tahun yang sama dia mendapat rekomendasi ke tingkat nasional hingga tingkat Asia.

“Karena sudah juara tingkat nasional 2016, maka saya bisa ikut lomba di 2019 kemarin. Alhamduillah juara lagi dan ikut lomba tingkat dunia dan saya mendapat penghargaan sertifikat pengakuan dari dunia internasional tadi,” sebutnya.

Desainnya yang mendapat penghargaan adalah Semprong Si Upiak, dengan gambar wajah seorang anak perempuan dengan mulut terbuka. Di sisi kanannya terdapat kue sapik (salah satu kue buatan tangan Minang-red). Makna yang tersirat dari disain tersebut, mengisyaratkan pada pembeli bahwa produk itu bisa dibuka dengan mulut dan kemasannya juga didisain kekinian, hingga membuat pembeli tertarik membeli produk tersebut. Selain disain Serpong Si Paik, disainnya yang diakui dunia internasional adalah Scrafmoe dengan produknya scraft ala jaman now.

Saat ini, Diva sekarang sedang mempersiapkan diri untuk masuk sebagai mahasiswi ISI Jogyakarta lewat jalur prestasi.

“Untuk masuk ke ISI saya harus dapat sertifikat, sertifikat sudah dapat. Sekarang saya terus belajar menggambar, sebab salah satu syarat untuk bisa lulus, ujiannya menggambar,” terang dari cucu Arby  Samah, pematung abstrak pertama di Indonesia, yang membuat patung Bagindo Aziz Chan di Taman Melati Padang, tugu Ratapan Ibu di Payakumbuh dab relief perjuangan di Kasang.

Hal lain yang membanggakan dari Diva, sejak SMP dia juga telah membuat menjual disiannya bersama sang kakak. Usaha itu sampai sekarang terus berjalan dan menghasilkan pemasukkan bagi dia dan sang kakak. Mereka berdua membiaya pendidikan dari hasil penjualan disain yang dibuat. Setidaknya sudah ribuan disain terjual.

Selaku generasi muda Diva berharap, Dinas Pariwisata Sumbar lebih memberi ruang bagi dia dalam berkarya. Tentunya dengan menggelar berbagai perlomba disain produk hingga memicu potensi dalam diri pehobi disain produk.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial, mengatakan turut bangga dengan prestasi yang diraih Diva. Sebab tidak banyak generasi muda yang memiliki bakat dan menyalurkannya seperti Diva.

“Kami dari Dinas Pariwisata Sumbar pasti mendukung anak muda seperti Diva. Potensinya harus terus digali dan harus lahir Diva-diva lain dan menghasilkan karya gemilang,” sebut Novrial.

Ke depan katanya, Dispar Sumbar mengembangkan program ekonomi kreatif. Ini sejalan dengan program Kemenpar RI, disain produk yang dibuat Diva masuk dalam program tersebut.

“Dulu program peningkatan ekonomi keratif ini sudah ada, namun sempat vacum dan akan dikembangkan lagi. Tapi akan dimulai secara bertahap,” ulasnya.

Menurutnya, dunia pariwisata tanpa ekonomi kreatif tidak akan memberikan pemasukkan lebih bagi ekonomi masyarakat. Sebab  ketika wisawatan datang ke Sumbar, kemudian mereka menyimpan kenangan dalam memori sambil berselfie ria. Namun dengan ekonomi kreatif, seperti kuliner, fashion, produk kemasan lainnya, tentu akan membuat minat wisatawan lebih intens. 107

Pos terkait