Dinas Kominfo Mentawai Dukung Pelaksanaan UNBK

  • Whatsapp
Joni Anwar. (*)

TUA PEJAT –  Dinas Kominfo Mentawai akan menyediakan sarana internet di beberapa sekolah menengah atas (SMA) sederajat yang belum memiliki akses internet. Hal itu dilakukan untuk mendukung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA/SMK di 2020,

Kepala Dinas Kominfo Mentawai, Joni Anwar, menyebutkan komitmen itu didapat usai melakukan pertemuan antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumatera Barat bersama Dinas Kominfo kabupaten/kota dan Telkom serta Telkomsel baru-baru ini. Dari hasil pertemuan itu, didapat keputusan, pada 2020 nanti semua SMA/SMK di Sumbar harus melaksanakan UNBK.

Bacaan Lainnya

“Pemprov  dalam hal ini melalui Dinas Pendidikan bertekad di 2020 tidak ada lagi SMA/SMK yang melaksanakan UNKP, semuanya sudah UNBK,” kata Joni kepada Singgalang di ruang kerjanya, Senin (4/3).

Sejauh ini, dia menyebutkan, ada dua kendala penyebab terkendalanya pelaksanaan UNBK di Kepulauan Mentawai, pertama, ketersediaan sarana internet di sekolah, kedua, masih minimnya sarana pendukung seperti perangkat komputer.

“Untuk menghadapi 2020, kami rapat antara Dinas Kominfo kabupaten/kota dengan Dinas Pendidikan Provinsi, Telkom dan Telkomsel. Untuk menghadapi ujian 2020 UNBK ini, tentu kendala yang dua tadi harus diatasi. Pertama yang berkaitan dengan Kominfo itu adalah penyediaan akses Internet,” paparnya.

Setidaknya pada ujian nasional tahun ajaran 2018/2019 ini, dari 11 SMA yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai, hanya 2 SMA yang siap untuk melaksanakan UNBK, diantaranya SMAN 1 Sipora serta SMAN 2 Sipora, sementara 9 SMA masih akan melaksanakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). Di sisi lain, dari 3 SMK, belum satu pun menerapkan UNBK.

Terhadap hal ini, dari hasil pertemuan itu, sekolah-sekolah yang belum memiliki akses internet, segera diberikan bantuan pembangunan sarana telekomunikasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Dirjen Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) berupa Very Small Aperture Terminal (Vsat). Sementara 2 sekolah yang telah memiliki akses internet dapat meningkatkan kapasitas jaringan di sekolah bersangkutan.

“Wi-Fi internet ini, untuk daerah-daerah yang jauh atau blank spot, ini akan dibantu dengan pengusulan program Wi-Fi internet BAKTI Kemenkominfo. Untuk daerah-daerah bisnis pasti sudah terlayani oleh Telkom dan Telkomsel, tinggal sekolah itu melakukan pengadaan internetnya, pemasangan Wi-Fi dengan indie home. Pertanyaannya apakah Wi-Fi yang hanya 2 MBpS itu bisa melaksanakan UNBK. 2 MBpS itu disupport lagi dengan indie home, karna fiber optic sudah sampai ke sekolah bersangkutan, SMAN 1 ditingkatkan bandwidthnya khusus untuk UNBK. BAKTI Kemenkominfo siap support ini, 2020 semua sekolah yang sudah terlayani Wi-Fi BAKTI internet itu, sehingga tidak lelet dia,” tandas Joni.

Sejauh ini, di Kabupaten Kepulauan Mentawai sudah tersedia sebanyak 28 site Base Transceiver Station (BTS) bantuan dari Kementerian Kominfo serta 7 site BTS bisnis. Selain itu Mentawai pada tahun ini juga akan dibantu Kemenkominfo melalui Dirjen BAKTI dengan 85 Vsat dan 70 BTS.

Di tahun ini pun,  Mentawai juga mendapatkan sarana telekomunikasi Sistim Komunikasi Kabel bawah Laut (SKKL) atau fiber optic berkapasitas 100 GB. SKKL merupakan sistim yang menggunakan media transmisi kabel dengan penanaman atau peletakan kabel, repeater serta equalizer pada dasar laut untuk menghubungkan komunikasi antar pulau. Dalam hal ini, dua stasiun kabel saling menghubungkan antara Kota Padang dan Tuapejat, Sipora Utara melalui transmisi kabel yang tertanam pada bawah laut sepanjang 170 kilometer. (Ricky)

Pos terkait