PADANG PANJANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kesbangpol Kota Padang Panjang memastikan bahwa seluruh proyek pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Mandiri di wilayahnya akan menggunakan teknologi material modern. Langkah ini diambil guna menjamin bahwa rumah bantuan yang didirikan bagi korban bencana memiliki standar ketahanan bencana yang tinggi sesuai regulasi pusat.
Sekretaris BPBD Kesbangpol Kota Padang Panjang, Rully Hardian, menegaskan bahwa sosialisasi bersama PT Semen Padang sangat krusial dilakukan. Menurutnya, penyamaan persepsi antara instansi pemerintah, produsen material, dan masyarakat penerima manfaat harus berjalan selaras agar tidak terjadi hambatan teknis maupun salah komunikasi selama masa pembangunan fisik berlangsung.
Rully mengungkapkan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi telah menetapkan penggunaan Sepablock sebagai material utama dalam program ini. Keputusan tersebut diambil melalui berbagai pertimbangan matang mengenai efisiensi biaya, kecepatan penanganan darurat, serta keunggulan struktur material interlock yang sudah teruji di berbagai daerah terdampak lainnya.
Berdasarkan data resmi dari BPBD Provinsi Sumatera Barat, tercatat sebanyak 11 unit Huntap Mandiri akan dibangun di kawasan Kota Padang Panjang dengan alokasi anggaran sebesar Rp60 juta untuk masing-masing unit. Dana stimulan tersebut diharapkan dapat dikelola secara swakelola oleh masyarakat dengan memanfaatkan efisiensi yang ditawarkan oleh sistem Sepablock.
Untuk meyakinkan warga, Rully mengajak seluruh penerima manfaat untuk meninjau langsung proyek percontohan (prototype) rumah contoh yang saat ini sedang berdiri di Kelurahan Silaing Bawah. Rumah percontohan tersebut menjadi bukti nyata bagaimana komponen Sepablock disusun menjadi struktur hunian permanen yang kokoh dalam waktu singkat.
Ia menambahkan bahwa dari total sebelas unit yang direncanakan, saat ini baru satu unit rumah yang sedang dikejar progres penyelesaian fisiknya. Sementara untuk sepuluh unit bangunan sisanya akan segera dikerjakan secara simultan bertahap setelah masing-masing keluarga penerima bantuan menyatakan kesiapan administrasi dan lahannya.
Pemerintah daerah melalui BPBD berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan melekat di lapangan selama proses konstruksi berlangsung. Sinergi dengan tim teknis dari anak usaha Semen Indonesia ini diharapkan mampu mempercepat realisasi target pemukiman kembali warga, sehingga masa transisi darurat di Padang Panjang dapat segera dinyatakan berakhir.
Dengan implementasi teknologi terbarukan ini, BPBD Padang Panjang berharap kawasan pemukiman baru yang terbangun nantinya menjadi area yang lebih tangguh bencana. Program Huntap Mandiri berbasis bata interlock ini diharapkan menjadi standar baru bagi pola penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana di tingkat regional. (*)












