Di Tengah Ruang Fiskal Sempit, Bupati Annisa Tetap Gigih Membangun

Oleh Roni Aprianto/ Wartawan Madya

Membangun daerah di tengah keterbatasan anggaran pastinya cukup sulit. Ketika ruang fiskal semakin sempit, pemerintah daerah tetap dituntut untuk mampu menentukan prioritas, mencari sumber pembiayaan alternatif, sekaligus memastikan pembangunan tetap menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Kondisi itulah yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani. Keterbatasan fiskal tidak membuat bupati pilihan rakyat ini berhenti membangun. Sebaliknya dibawah komandonya, pemerintah daerah terus berupaya mencari celah dan mengawal berbagai sumber pembiayaan agar pembangunan infrastruktur dasar tetap berjalan.

Bagi Bupati Annisa, pembangunan tidak semata-mata tentang membangun gedung atau membuka jalan baru. Infrastruktur merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperlancar aktivitas ekonomi, memperluas akses pendidikan, sekaligus memastikan kebutuhan dasar seperti air bersih dapat terpenuhi.

Meningkatkan akses jalan merupakan salah satu pengerak ekonomi dan menjadi perhatian utama. Jalan yang baik bukan hanya memudahkan masyarakat bepergian, tetapi juga menjadi urat nadi perekonomian daerah.

Akses jalan yang memadai dibutuhkan petani untuk membawa hasil produksi, anak-anak untuk menuju sekolah, masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, serta pelaku usaha untuk menjalankan aktivitas ekonomi.

Di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah, pembangunan dan peningkatan kualitas jalan terus didorong dengan menentukan skala prioritas. Ruas-ruas yang memiliki tingkat urgensi tinggi dan memberikan dampak luas bagi masyarakat menjadi perhatian pemerintah.

Baca Juga  Tawa dan Tangis Hiasi Semarak Pawai Budaya Kemerdekaan ke 81 RI di Sungai Duo

Pendekatan tersebut menjadi penting agar setiap rupiah anggaran yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Selain itu, pembangunan juga diarahkan pada sektor pendidikan, karena sekolah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang untuk menyiapkan generasi Dharmasraya di masa depan.

Oleh karena itu, kondisi sarana dan prasarana pendidikan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pembangunan. Perbaikan gedung sekolah, fasilitas pendukung pembelajaran, hingga pemenuhan kebutuhan infrastruktur pendidikan terus diupayakan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

Bupati Annisa menyadari bahwa pembangunan sumber daya manusia membutuhkan investasi jangka panjang. Infrastruktur pendidikan yang layak menjadi salah satu fondasi agar anak-anak Dharmasraya mendapatkan kesempatan belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman.

Kemudian, persoalan air bersih juga menjadi pekerjaan besar yang mendapat perhatian serius. Kekeringan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir memperlihatkan bahwa akses air bersih masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan secara sistematis.

Pemerintah daerah bergerak melalui langkah darurat dengan mendistribusikan air menggunakan armada tangki. Namun, solusi darurat tidak cukup. Dharmasraya membutuhkan sistem penyediaan air bersih yang terintegrasi dan mampu melayani masyarakat secara berkelanjutan.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah mulai memperkuat fondasi pembangunan sistem air bersih melalui perbaikan sejumlah WTP, optimalisasi jaringan SPAM, serta mempersiapkan kelembagaan pengelolaan air minum.

Dukungan anggaran pemerintah pusat juga terus dikawal. Salah satunya melalui alokasi Rp20 miliar untuk optimalisasi jaringan di WTP Pulau Punjung. Langkah tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan fiskal daerah tidak boleh membuat pembangunan pelayanan dasar berhenti. Pemerintah daerah harus aktif mencari dukungan dari pemerintah pusat maupun membuka peluang pembiayaan melalui skema lainnya.

Baca Juga  Pemkab Dharmasraya Gerak Cepat Tangani Kerusakan Gorong-gorong di Nagari Simalidu

Ruang fiskal yang sempit memang membatasi kecepatan pembangunan. Namun, bukan berarti pemerintah daerah kehilangan ruang untuk bergerak.
Di bawah kepemimpinan Bupati Annisa, strategi pembangunan diarahkan pada sektor yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Jalan, sekolah, dan air bersih menjadi bagian dari pembangunan yang memiliki dampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

Tantangannya adalah memastikan pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan fiskal daerah.
Karena itu, selain mengandalkan APBD, pemerintah daerah terus berupaya mengoptimalkan dukungan pemerintah pusat, memperjuangkan program kementerian dan lembaga, serta menjajaki berbagai skema pembiayaan yang memungkinkan.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari seberapa besar anggaran yang tersedia, tetapi juga dari seberapa efektif pemerintah mengubah keterbatasan menjadi prioritas dan peluang.
Di tengah ruang fiskal yang sempit, Bupati Annisa memilih untuk tetap bergerak. Jalan terus dibenahi, sekolah terus diperhatikan, dan persoalan air bersih terus dicarikan solusi.

Pekerjaan rumah pembangunan Dharmasraya tentu masih panjang. Namun, kegigihan untuk memastikan pembangunan tetap berjalan menjadi modal penting dalam mewujudkan daerah yang infrastrukturnya semakin baik, pelayanan dasarnya semakin kuat, dan kualitas hidup masyarakatnya terus meningkat. ( ***)