PADANG,— Saat organisasi olahraga butuh juru damai, nama Revdi Iwan Syahputra muncul. Pria yang akrab disapa Ope itu resmi ditunjuk KONI Provinsi Sumatera Barat sebagai Ketua Caretaker KONI Kabupaten Agam, lewat SK No. 131 Tahun 2026 yang ditetapkan 20 Agustus 2026 di Padang.
Penunjukan ini bukan tanpa alasan. KONI Sumbar menilai roda organisasi KONI Agam masa bakti 2022–2026 macet. Puncaknya ada di pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten atau Musorkab.
KONI Sumbar sudah turun supervisi dan meminta tahapan Musorkab dihentikan sementara untuk penataan. Tapi forum tetap jalan tanpa koordinasi. Dari situlah keputusan “take over” lahir. SK pengukuhan pengurus lama No. 159 Tahun 2022 pun dicabut.
Jurnalis Masuk Lapangan Olahraga
Yang menarik, Ope bukan orang baru di dunia organisasi. Selain bergelut di olahraga, ia juga pengurus PWI Sumbar Bidang Politik dan Keamanan. Saat ini ia juga menjabat *Pemred Koran Harian Rakyat Sumbar*.
Dengan latar belakang jurnalistik itu, Ope membawa gaya komunikasi yang cair. Ia didampingi tim caretaker: Helton, SH,.Si sebagai Wakil Ketua I, Dr. (HC) Mukti Ali Kusmayadi Putra sebagai Wakil Ketua II, H. Defliandi sebagai Sekretaris, Fatmiarti sebagai Wakil Sekretaris, dan Yeni Rosanti sebagai Bendahara. Ada 9 anggota lain yang ikut menguatkan barisan.
Tugas Berat Menanti
Mandat caretaker tidak main-main. Sejak SK ditetapkan, mereka harus memastikan administrasi jalan, koordinasi dengan Pemkab Agam, cabor, dan KONI kabupaten/kota tetap hidup.
Tapi yang paling krusial: mengawal kesiapan kontingen Agam di Porprov XVI Sumatera Barat 2026. Di tengah transisi, pembinaan atlet tidak boleh berhenti.
Tugas puncak caretaker adalah menggelar “Musorkablub”, paling lambat enam bulan ke depan. Dari forum luar biasa itulah akan lahir Ketua Umum KONI Agam baru periode 2026–2030.
Selama bertugas, tim caretaker bertanggung jawab langsung ke Ketum KONI Sumbar Hamdanus dan wajib lapor berkala.
Ucapan Selamat dari Rumah Jurnalis
Kabar penunjukan Ope disambut hangat dunia pers Sumbar.
Guspa, pengurus PWI Sumbar, menyampaikan selamat. “Selamat kepada Om Ope. Semoga amanah ini bisa dijalankan dengan baik. Pengalaman di organisasi dan di media akan sangat membantu menata KONI Agam kembali,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Firdaus Abi, “Kami dari PWI Sumbar mengucapkan selamat bertugas. Semoga di bawah kepemimpinan Ope, KONI Agam segera pulih dan atlet-atlet Agam bisa fokus menghadapi Porprov,” kata Firdaus.
Bagi KONI Sumbar, langkah ini adalah bentuk penyelamatan. Biar kisruh kepengurusan tidak mengganggu pembinaan. Dan bagi Ope, ini berarti naik ring baru: dari ruang redaksi ke ruang organisasi olahraga.
Kini bola ada di tangan caretaker. Akankah Agam bisa bangkit tepat waktu jelang Porprov? Waktu enam bulan ke depan akan menjawab. (MK)












