Di Bukittinggi Kendaraan Mundur Sendiri Saat Parkir. Ini Kronologisnya

Sejumlah pemilik kendaraan yang kendaraanya terlibat insiden tabrak beruntun di lokasi parkir Ahmad Yani Bukittinggi terlihat mendatangi Dishub Bukittinggi (asrial gindo).

BUKITINGGI-Tujuh kendaraan yang parkir di jalan Ahmad Yani Kota Bukittinggi terlibat tabrak beruntun, Jum’at (13/7) kemaren.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 Wib saat pemilik kendaraan sedang menunaikan shalat Jum’at. Namun tiba tiba salah satu kendaraan jenis CRV BH 455 KA yang parkir paling depan lepas ganjal yang dipasang petugas parkir. Akibatnya kendaraan yang parkir di lokasi penurunan itu mundur tanpa terkendali dan menabrak kendaraan yang dibelakangnya. Selanjutnya kendaraan yang ditabrak itu juga menabrak kendaraan lain yang parkir dibelakangnya sehingga ada tujuh kendaraan dan satu sepeda motor mundur dalam insiden itu.

Kondisi kendaraan yang terlibat insiden tabrak beruntun itu mengalami rusak pada bemper depan dan dinding belakang.

Tak terima kendaraanya rusak akibat insiden itu, pemilik kendaraan tersebut mendatangi Dishub Kota Bukittinggi untuk meminta pertangungjawaban.

“Kami datang ke kantor Dishub Kota Bukittinggi ini untuk meminta kejelasan dari pemerintah Kota Bukittinggi akibat kerusakan kendaraan. Kami parkir di lokasi resmi, karena itu kami minta kejelasan tentang tanggungjawab dari Pemko Bukittinggi,”ujar Anis salah seorang pemilik kendaraan.

Hal yang sama juga dikemukakan, Rahmat, warga asal Medan. Dia hanya menuntut kejelasan penyelesaianya, sebab rencananya ia akan balik ke Medan, Sabtu (14/7), karena itu ia butuh kepastian dari pemerintah Kota Bukittinggi terhadap kerusakan kendaraan yang dialaminya.

“Saya tidak menuntut harus segera di ganti hari ini, tapi yang saya butuhkan ada kejelasan penyelesaianya sebab saya mau kembali ke Medan karena tidak bisa lama lama disini,”tegasnya

Kedatangan pemilik kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun itu diterima oleh Kadis Perhubungan Elvis Sahrimunir dan sekretaris dishub Sosiawan.

Seusai pertemuan Kedishub Bukittinggi, Elvis Sahrimunir, kepada wartawan mengatakan, insiden itu terjadi karena adanya mobil di depan yang mau keluar hinga menyenggol mobil bagian lakang. Hingga mobil yang di belakangnya dalam tidak posisi terapasang rem tangan mundur kebelakang.

“Insiden itu terjadi pada lokasi parkir resmi yang dikelola oleh pemerintah, kami sudah laporkan ke sekda, dan sekda minta kepada kita untuk mencari penyelesaian sementara dulu,”ujar Elvis.

Selain itu pihaknya juga sudah bertemu dengan pemilik mobil, dan menjelaskan semua kendaraan yang terlibat insiden itu akan didata dan dihitung kerugianya kemudian akan dilaporkan ke atasannya.

“Kita juga sudah datangkan pemilik bemgkel untuk menghitung kerugian masing masing kendaraan itu, dan hasilnya akan kita laporkan secara tertulis ke atasan,”tegasnya.

Elvis juga mengaku peristiwa seperti itu baru yang pertama terjadi, dan kendaraan yang diparkir itu juga tidak di asuransikan sehingga kejadian itu akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kota Bukittinggi.

Sementara petugas parkir juga sudah diamankan oleh laka lantas polres Bukittinggi untuk dimintai keterangan.

AKP. Sukur Hendri Saputra.sik, di dampingi oleh Aipda.Afrizal, angota laka lantas mengatakan dapat laporan dari masyarakat pada pukul 13.00 WIB. bahwa ada mobil yang tabrakan beruntun di kawasan pasar atas.

“Sebelumya kami sudah memberikan arahan kepada Kadishub supaya tidak membuat parkir dua lapis. Karena itu akan menjadi kemacetan dan berdampak buruk apabila salah satu kendraan lepas rem tangan. Karena posisi jalan menurunan.” Kata kasat lantas.

” Kami akan memanggil Kadishub Kota Bukittinggi atas kejadian ini. Karena kejadian ini sudah kami wanti wanti dari dulu.”ungkapnya.

Semantara Efitra zai, juru parkir kawasan pasar atas tempat kejadian n mangatakan saat mau shalat Jum,at kondisi mobil sudah tertata rapi. Ketika shalat Jumat akan dimulai temannya menginformasikan kendaraan di aeral parkir yang diawasi berantakan satu sama lain.

“Usai shalat kami lihat mobil sudah beradu satu sama lain, sebagian mobil banyak mangalami rusak. Bagian bawah mobil. Kejadian ini terjadi karena rem tangan memang tidak terpasang sebagai mana biasa nya saya lakukan selama ini.” Ungkap Effitra (gindo).

 

Loading...