Dharmasraya Siapkan 2 Ton Randang untuk Korban Bencana Sumatera

Suasana memasak randang di komplek Kantor Bupati Dharmasraya.

PULAU PUNJUNG – Hingga saat ini bencana banjir dan longsor yang meluluhlantakkan sejumlah wilayah di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh masih menyisakan duka mendalam. Anak- anak dan orang dewasa korban bencana masih banyak yang kelaparan lantaran minimnya logistik karena kampung mereka terisolasi.

Situasi ini mengutuk pintu hati Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, ikut merasakan apa yang dialami para korban bencana. Oleh sebab itu, Pemkab Dharmasraya menyediakan lebih kurang 2 ton randang untuk diberikan kepada korban.

Senin 22 Desember 2025 di kawasan Kantor Bupati, ratusan bundo kanduang dari berbagai organisasi dan unsur masyarakat memasak randang di atas 134 tungku kayu bakar, dengan kapasitas 15 kilogram daging per tungku. Kegiatan ini bertajuk ” Dharmasraya Peduli “.

Randang dikemas menjadi 4.000 paket dalam ukuran 500 gram per paket untuk disalurkan kepada korban bencana hidrometeorologi di Sumatera.

Bupati Annisa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Dharmasraya Peduli, antara lain Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Wali Nagari, Baznas, sekolah TK, SD dan SLTP, Dekranasda, TP PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Dharmasraya.

Baca Juga  Hujan Badai di Sikabau, Atap Berterbangan Pohon Tumbang

Turut berpartisipasi Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Dharmasraya, Dharmayukti Karini, Bhayangkari, Persit, PIWR, DWP Unit Kementerian Agama, DWP Kantor Kementerian Hukum dan HAM, DWP Lapas Kelas III, Bundo Kanduang, serta Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Dharmasraya.

“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian HUT Kabupaten Dharmasraya, yang pada tahun ini lebih diarahkan pada kegiatan bernilai sosial dan religius, mengingat suasana duka akibat bencana yang melanda sejumlah daerah di Sumatera, tanpa meninggalkan hiburan bernilai budaya yang berkembang di tengah masyarakat. Dalam suasana duka ini, peringatan HUT ke-22 Kabupaten Dharmasraya kami arahkan pada kegiatan yang memiliki nilai sosial dan religius, meskipun tetap dihiasi dengan kegiatan seni bernilai budaya,” ujar Annisa di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, randang yang dimasak akan dipacking dan selanjutnya dikirim ke wilayah-wilayah terdampak bencana yang sangat membutuhkan bantuan pangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan organisasi yang telah berpartisipasi. Ini adalah bukti kuatnya semangat gotong royong masyarakat Dharmasraya,” terang Annisa.

Baca Juga  KUA PPAS Dharmasraya 2024 Ditetapkan

Sebelumnya, lanjut Annisa, seluruh sumbangan logistik yang dihimpun melalui Dharmasraya Peduli telah sepenuhnya disalurkan kepada masyarakat terdampak.

“Kemudian dari donasi berupa uang yang terkumpul lebih dari Rp600 juta, sebagian digunakan untuk membiayai kegiatan memasak randang sebagai bentuk bantuan pangan siap saji bagi korban bencana,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Dharmasraya, Ny. Emma Sumanggar, menyampaikan apresiasi dan antusiasmenya terhadap pelaksanaan Dharmasraya Peduli.

Menurutnya, kegiatan kolaboratif yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan organisasi perempuan ini sangat berdampak positif dalam meringankan beban masyarakat terdampak bencana.

Emma menilai kebersamaan dan kepedulian yang terbangun melalui kegiatan marandang menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan bantuan yang nyata dan bermanfaat bagi para korban bencana.

” Melalui kegiatan Dharmasraya Peduli ini, kita berharap semangat kepedulian, kebersamaan, dan solidaritas sosial terus terjaga, sekaligus menjadi makna mendalam dalam peringatan HUT ke-22 Kabupaten Dharmasraya,” pungkasnya. (roni)