Dharmasraya Bangun Sekolah Rakyat Gratis Berfasilitas Internasional untuk Anak Miskin

DHARMASRAYA – Pemkab Dharmasraya dibawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani dan Wakil Bupati Leli Arni terus berfikir dan berbuat untuk pendidikan agar warga Dharmasraya mendapatkan hak dasar pendidikan dengan fasilitas yang memadai.

Salah satunya buktinya, tahun ini dibangun Sekolah Rakyat ( SR) dengan fasilitas lengkap bertaraf internasional dengan sasaran utamanya siswa dari keluarga miskin tingkat SD, SMP dan SMA.

Sekolah ini didirikan di wilayah Kenagarian Sungai Kambuik, Kecamatan Pulau Punjung. Dijadwalkan mulai dibangun tanggal 23 Desember 2025, dan ditargetkan rampung pertengahan tahun 2026 mendatang dan dioperasikan tahun ajaran 2026/2027.

Baca Juga  Penyaringan Komisioner Baznas Dharmasraya Sudah Masuk 10 Besar

“Sekolah Rakyat ini dilengkapi fasilitas bertaraf internasional berupa ruang belajar, lapangan olahraga, asrama, kantin, MKC dan kebutuhan lainnya,” ucap Kepala Dinas Sosial P3APPKB Dharmasraya, Martin Efendi, S.Hut,.MM, Rabu (26/11/2025).

Ia menambahkan, semua kebutuhan siswa ditanggung oleh negara, termasuk baju seragam serta perlengkapan sekolah lainnya. Para orangtua miskin tidak perlu lagi memikirkan biaya sekolah, semuanya gratis.

“Program Sekolah Rakyat ini dicetuskan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk keluarga miskin ekstrem (Desil 1 dan 2). Salah satu tujuannya memutus mata rantai kemiskinan,” jelasnya.

Lebih jauh Martin Efendi memaparkan, program ini menyediakan pendidikan berkualitas dengan fasilitas setara sekolah unggulan, serta fokus pada karakter, kemandirian, dan keterampilan menghadapi era digital.

Baca Juga  Bupati dan Ketua DPRD Ngumpul Bareng Bersama Ribuan Pengusaha Bakso

“Dari sekian banyak kabupaten, kota di Indonesia, alhamdulillah Kabupaten Dharmasraya mendapatkan program ini dengan nilai lebih kurang Rp 200 miliar. Ini tentunya saja berkat kegigihan, perjuangan Bupati Annisa,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berharap pembangunan Sekolah Rakyat mampu memperluas akses pendidikan berkualitas, menciptakan generasi unggul, serta menjadi pusat pengembangan keterampilan berbasis kebutuhan lokal dengan tujuan memutus rantai kemiskinan.

“Kita sama berdoa semoga program ini berjalan sukses,” pungkasnya.