Desa Salak Sawahlunto Tetap Semangat Jalankan Pemerintahan Meski Alami Efisiensi Anggaran

Sawahlunto — Kendati terjadi efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak hingga ke daerah, roda pemerintahan desa tidak boleh kendor dan harus tetap berjalan dengan semangat. Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Salak, Kecamatan Talawi, Sawahlunto, Jeri Rizal, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/10).

Menurut Jeri, Desa Salak mengalami pengurangan anggaran sebesar Rp124 juta sebagai imbas dari kebijakan efisiensi tersebut. “Untuk tahun 2026 nanti, anggaran desa juga harus dialokasikan sebesar 30 persen dari total anggaran yang ada. Tahun 2025 ini total anggaran Desa Salak sebesar Rp2,1 miliar, termasuk untuk gaji dan kegiatan operasional kantor,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan fisik tahun 2025 hanya mencakup dua kegiatan, yakni pembangunan ruang pelayanan publik senilai sekitar Rp31 juta dan ruang kegiatan PAUD senilai Rp40 juta. “Realisasi anggaran hingga saat ini sudah mencapai 80 persen,” ujarnya.

Untuk tahun depan, lanjut Jeri, pemerintah desa akan berupaya meningkatkan ekonomi masyarakat melalui BUMDes dengan menjalankan usaha ayam petelur sebanyak 1.000 ekor. Sementara itu, Koperasi Merah Putih yang ada di desa tersebut bergerak di bidang pertambangan, simpan pinjam, serta pembuatan batako berbahan campuran limbah batubara. “Kegiatan ini sudah berjalan sejak awal dan terus memberdayakan sekitar 25 pelaku UMKM yang ada di desa,” tambahnya.

Baca Juga  Sawahlunto Bertekad Bebas Narkoba, Sosialisasi Jadi Prioritas Utama

Terkait kegiatan gotong royong warga, Jeri menjelaskan bahwa kegiatan tersebut rutin dilaksanakan sebulan sekali secara bergilir di empat dusun yang ada di Desa Salak. “Dengan jumlah penduduk sebanyak 1.400 jiwa atau 486 KK, kegiatan gotong royong ini membuat lingkungan desa tetap terjaga, terutama dalam hal kebersihan,” pungkasnya.

(sbd)