Desa Batu Tanjung Sawahlunto Siapkan Lahan Strategis untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih

SAWAHLUNTO – Setelah melalui proses panjang, Desa Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, akhirnya mendapatkan lokasi strategis untuk pembangunan Kantor dan Gerai Program Nasional Koperasi Merah Putih (KMP). Lahan seluas 30 x 20 meter tersebut berada di jalan lingkar yang menghubungkan Desa Sijantang dan Desa Batu Tanjung.

Kepala Desa Batu Tanjung, Marwan, kepada Topsatu.com, Rabu (25/4), membenarkan bahwa pihaknya telah memperoleh lokasi pembangunan tersebut. Ia menjelaskan, tanah itu merupakan hibah dari tokoh masyarakat Talawi, H. Idris, yang juga dikenal sebagai pengusaha tambang batu bara PT AIC.

“Atas nama masyarakat Batu Tanjung, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan H. Idris,” ujar Marwan.

Baca Juga  Di Tengah Keterbatasan Dana, Kades Batu Tanjung Gencarkan Sektor Peternakan dan Pertanian

Pembangunan KMP ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Menurut Marwan, proses yang cukup memakan waktu adalah tahap pematangan lahan, guna memastikan bangunan berdiri kokoh dan aman.

Ia berharap keberadaan KMP dapat menjadi pusat penampungan dan distribusi produk unggulan desa, seperti ayam buras, telur itik, pupuk kandang, gas LPG, serta kebutuhan pokok masyarakat. Selain itu, KMP diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian warga setempat.

“KMP Batu Tanjung juga akan dilengkapi fasilitas WiFi gratis, area parkir luas, tempat bermain anak-anak, serta pelebaran jalan lingkar agar akses masyarakat semakin mudah,” jelasnya.

Baca Juga  Kerajinan Sapu Ijuk Lunto Barat Tinggal Kenangan, Kades: Kini Hanya Tenun yang Bertahan

Sementara itu, Camat Talawi, Uchaq Hardian, optimistis pembangunan KMP di 11 desa di Kecamatan Talawi akan berjalan lancar. Ia menilai hal tersebut didukung oleh semangat dan antusiasme para kepala desa serta masyarakat.

Di sisi lain, Dandim 0310/SSD yang diwakili Pasi Intel sekaligus Plt Danramil Talawi, Letu Aspil Abyas, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung pembangunan KMP. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penugasan Babinsa untuk melakukan pengawasan di lapangan, bekerja sama dengan pemerintah desa setempat. (r)