Dengar Reaksi Masyarakat, Munculkan Sinyalemen Nofi Candra Maju ke DPR RI

oleh -565 views
Nofi Chandra. (*)

AROSUKA – Menyusul pernyataan Nofi Candra tidak mencalon lagi sebagai anggota DPD RI periode 2019-2024, akhirnya memantik reaksi beragam dari masyarakat. Terlebih ketika nama wakil ketua PPUU (Panitia Perancang Undang-Undang) DPD itu memang tidak muncul dalam daftar calon anggota DPD di KPU Sumbar, membuktikan statemen anggota Komisi III itu tidak sekedar membuat sensasi.

“Heran ambo, maso pak Nofi indak maju baliak? Ambo kecewa,” ungkap Syaf (40), salah seorang warga Sijunjung melalui aplikasi whatsaap, Minggu (29/4).

Kekecewaan yang wajar. Terlebih ketika warga menilai eksistensi Nofi Candra sebagai anggota DPD RI periode 2014-2019 telah menunjukkan perannya sebagai ‘jembatan’ aspirasi rakyat dan daerah. Nofi bahkan dipandang telah banyak menunjukkan keberpihakan kepada rakyat, dekat dengan masyarakat, terutama untuk kemaslahatan kalangan petani, pemuda dan pendidikan.

Terhadap penilaian itu, keputusan yang diambil Nofi dirasakan seperti memutus ekspektasi masyarakat terhadap kiprahnya sebagai tokoh muda yang berjuang di parlemen.

Sejumlah masyarakat yang mengaku kecewa berpendapat, tidak majunya Nofi Candra ke DPD-RI, telah menyayat kecewa, karena kepediannya pada daerah Sumbar telah teruji dan diakui sudah berbuat nyata terhadap daerah.

“Padahal Pak Nofi telah memperjuangkan nasib petani bawang Sumbar, memperjuangkan UU tentang keistimewaan Minangkabau melalui pembahasan PPUU DPD-RI,” sebut Sepris Yonaldi, akademisi asal Sungai Nanam.

Selain itu, Nofi Candra juga telah berjuang mewujudkan Sumbar masuk dalam 10 destinasi wisata nasional, menjadikan Sumbar sebagai salah satu Provinsi di Indoneaia untuk menjadi daerah penyangga pangan ibu kota negara.

Serangkaian upaya dan perjuangan senator asal sumbar itu, berbanding lurus dengan kedekatannya dengan masyarakat. Selama menjadi anggota DPD RI, Nofi Candra dipandang tidak terlena di Jakarta. Ia selalu berada di tengah masyarakat dalam banyak kesempatan.

“Ia tidak di Jakarta saja, tetapi kerap turun ke daerah hingga ke pelosok nagari. Potret kepemimpinan demikian yang kita harapkan,” ucap M. Sutan Sampono, pemuka masyarakat Guguak, Kabupaten Solok.

Terkait reaksi masyarakat, Nofi Chandra mengaku mendapat bayak telepon dan pesan singkat dari masyaralat yang notabene adalah konstituennya. Bahkan di antara mereka ada yang kecewa.

Menurut Nofi Candra, keputusan mengejutkan itu bukan sebuah sensasi. Ia memastikan tidak maju ke DPD setelah melalui pertimbangan yang matang dan renungan panjang.

Kata dia, tersebab lemahnya peran dan fungsi lembaga DPD RI dibanding lembaga lainnya, menjadi alasan mendasar bagi dirinya mengambil keputusan demikian.

Bagi dirinya pribadi, ternyata kurang tepat berada di DPD. Itu yang dirasakan selama satu periode menjadi anggota DPD RI. Ketika DPD masih berkutat dalam kepentingan penguatan lembaga dan perbaikan konstitusi, sementara masyarakat sangat berharap rangkaian aspirasinya dapat diwujudkan untuk kemajuan dan kesejahteraan daerah.

“Ternyata ekspektasi masyarakat tidak sebanding dengan output yang dihasilan dari kewenangan DPD-RI, ” kata Nofi.

Tersebab itu, ia merasa kasihan pada masyarakat yang telah memilih dengan harapab mampu berbuat lebih banyak. Kecuali untuk menikmati sendiri, atau bagi segelintir masyarakat saja, Nofi Candra mengaku merasakanhal itu.

“Berbeda halnya kalau kita menjadi anggota DPR RI, melalui dana aspirasi  atau Pokir (Pokok-pokok pikiran) dewan saja, sudah bisa menjawab kebutuhan masyarakat dalam pembangunan daerah,” tuturnya.

Alasan yang dikemukakan Nofi Candra justru memunculkan teka-teki baru. Dengan jawaban demikian, akhirnya menumbuhkan sinyalemen terhadap langkah politiknya pada Pileg 2019 nanti.

Menjawab apakah ia akan maju sebagai anggota DPR RI atau tidak, kepada Singgalang Nofi mengemukakan semua kemungkinan tetap terbuka.

“Artinya, karena tidak Ke DPD, bukan berarti menutup jalan ke Senayan. Yang pasti kita tetap bersama masyarakat membangun kemajuan,” ucapnya dengan bahasa bersayap. (rusmel)

Loading...