Agam  

Delapan Meninggal Akibat Banjir Bandang Bukik Batabuah Canduang

Suasana banjir bandang lahar dingin di Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Canduang Agam, Sabtu (12/5) sekitar pukul 21.00 Wib menelan korban dan meluluh lantakan bangunan rumah warga setempat. ( Kasnadi)

Agam – Banjir bandang kembali melanda wilayah Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, menelan sejumlah warga pada Sabtu malam (11/5), sekitar pukul 21.00 WIB dinyatakan delapan warga Nagari Bukik Batabuah meninggal dunia di hondoh banjir bandang lahar dingin.

Informasi diperoleh wartawan Top Satu di Posko penanggulangan bencana di SDN 09 Kubang duo Minggu (12/5) menjelaskan, tim terdiri dari TNI, POLRI, BPBD, PMI, KSB, relawan masyarakat saat ini terus melakukan pendataan di lapangan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam merilis jumlah korban meninggal sebanyak 15 orang. Dari total tersebut, 11 orang ditemukan di wilayah Kecamatan Canduang dan 4 orang di Kecamatan Sungai Pua. Petugas gabungan yang dikoordinasikan oleh BPBD Kabupaten Agam masih melakukan upaya-upaya penanganan darurat bencana.

Banjir pandang yang terjadi setelah adanya hujan lebat menerjang tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Canduang, Kecamatan Sungai Pua dan Kecamatan IV Koto.

Di wilayah Kecamatan Canduang, dari 11 korban yang dievakuasi sebanyak 4 orang telah teridentifikasi petugas. Sedangkan sisanya masih dalam proses identifikasi. Selain korban jiwa, sebanyak 8 warga Bukik Batabuah Kecamatan Canduang meninggal dunia ada juga mengalami luka-luka telah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Limpasan banjir bandang ini menerjang Nagari Bukik Batabuah, Canduang. Petugas Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Agam melaporkan sekitar 90 unit bangunan terdampak ditimpa material seperti kayu dan batu besar.

Menyikapi respons darurat, BPBD terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan nagari yang terdampak bencana. Hingga kini, pihak BPBD Kabupaten Agam masih terus memutakhirkan data bangunan terdampak, baik rumah, fasilitas umum dan tempat usaha.

Koordinator tanggap darurat (KSB) Nagari Bukik Batabuah Agus Nardi Tengku menjelaskan, sejumlah kendaraan roda dua dan mobil masih di lokasi namun pemilik kendaraan tersebut belum diketahui, ujarnya.

Sementara Andriko Putra warga kota Padang mengaku ia sekembali dari Pekan Baru isi mobil 2 orang menggunakan mobil Toyota terjebak banjir bandang lahar dingin di Bukik Batabuah sekitar beberapa menit 5 mobil hanyut dihindoh air bercampur batu dan kayu besar.

“Ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat setempat yang telah membantu menyelamat kami,” sebut Andriko Putra singkat. (Kas)