Defika Dorong Mahasiswa Berfikir Kritis

oleh
Mantan Ketua KNPI Sumbar, Defika Yufiandra saat menjadi narasumber seminar nasional di UNP, Selasa (9/10). (arief pratama)

PADANG – Mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumbar, Defika Yufiandra mendorong mahasiswa berfikir kritis terhadap berbagai persoalan sosial dan kebijakan pemerintah.

“Ada harapan masyarakat kepada mahasiswa, sebagai pengontrol berbagai fenomena sosial dan kebijakan pemerintah baik daerah maupun pusat,” ujarnya saat menjadi narasumber pada Seminar Nasional ‘Peran Mahasiswa untuk Memperkuat Demokrasi Bangsa dalam Reformasi’ yang digelar Unit Kegiatan (UK) Wadah Pengkajian dan Pengembangan Sosial Politik (WP2Sospol) Universitas Negeri Padang di Aula Kamaludin Fakultas Ekonomi UNP, Selasa (9/10).

Di hadapan ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia itu, Defika mengatakan, menuntut ilmu merupakan kewajiban yang harus dituntaskan dengan sebaik-baiknya oleh mahasiswa, tetapi di balik itu semua ada tuntutan dan harapan dari masyarakat atas kepekaan mahasiswa terhadap berbagai fenomena yang terjadi baik di bidang ekonomi, sosial, kesehatan, infrastruktur dan lainnya.

Sikap kritis itu tidak hanya dengan menentang secara membabi buta terhadap persoalan yang ada, tetapi ikut memberikan saran, ide dan masukan terbaik sebagai solusi dari permasalahan tersebut.

Kandidat doktor dari Fakultas Hukum Universitas Andalas ini menyayangkan sebagian mahasiswa yang hanya berani lantang di media sosial.

“Seharusnya dijadikan topik diskusi secara demokratis. Kalau perlu dihadirkan narasumber yang berkompeten, sehingga jelas persoalan itu seperti apa dan mahasiswa berpijak dan bertindak seperti apa,” lanjutnya.

Ia mengingatkan kampus merupakan labor berdemokrasi dan mahasiswa nantinya akan terjun ke masyarakat.

“Bekal itu disiapkan dari sekarang, agar nantinya tidak gamang terjun ke masyarakat. Persiapan diri, kritis lah dalam berfikir dan asah terus kompetensi diri,” lanjut Defika.

Narasumber lain dalam seminar yang dirangkaikan dengan lomba debat itu yakni Sejarawan Abdul Salam dan Peneliti Founding Father House, Dian Permata. (arief)

Loading...