Padang  

Dedi Mahardi Ingatkan Generasi Muda untuk Bangun Talenta Kreatif

PADANG – Pesatnya perkembangan teknologi harus diikuti pula dengan upaya membangun talenta kreatif dan inovatif di diri generasi muda Indonesia. Bukan saja semata-mata untuk menggali potensi diri, namun juga bagaimana ide dan kreasi yang dilahirkan bisa bermanfaat untuk kemajuan negeri.

Hal itu dikatakan inspirator, inovator dan penulis, Dedi Mahardi kepada ratusan mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi Angkatan 2018, Sabtu (22/12) di Auditorium Universitas Andalas (Unand).

“Tanpa adanya upaya membangun talenta, generasi muda hanya akan terjebak menjadi follower yang ujung-ujungnya pasrah menjadi objek teknologi,” kata penulis yang sudah menerbitkan 17 buku ini.

Menurut Dedi, generasi muda harus paham bagaimana agar talenta yang ada dalam diri bisa berbuah sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Menggali kelebihan pada diri ini pun juga akan bisa menginspirasi orang lain, selain juga akan menciptakan kemandirian dan karir yang lebih baik kedepannya.

“Ada tiga azas kreatif inovatif yang perlu diketahui, yaitu bernilai positif, efektif dan efisien. Jangan sampai sebaliknya, karena kreasi dan inovasi yang negatif hanya akan menjadi racun di masyarakat, contohnya hoax,” kata Dedi.

Dedi, yang salah satu bukunya “Integritas Bangsaku” menjadi buku utama KPK, pada kesempatan itu juga menjelaskan bahwa pemicu kreatif lahir dari keinginan. Seperti keinginan untuk beda, menonjol, berguna, lebih baik, menolong dan keinginan untuk mempermudah sesuatu hal. Tidak hanya keinginan, namun faktor pemicu kreatifitas juga bisa lahir dari permasalahan yang terjadi pada diri, keingintahuan yang tinggi hingga kepedulian.

Menurutnya, orangtua pun juga memiliki andil dalam hal memicu kreatifitas pada anak. Hal ini bisa dilakukan para orangtua dengan cara membiarkan anak berkembang, menghargai dan memberikan pujian, menyediakan mainan kreatif, menggali kesukaan anak, banyak berinteraksi dan mengenalkan alam kepada anak.

Selain itu, menurut putra Minang yang menetap di Jakarta ini, menghidupkan budaya kreatif pun akan menjadi pemicu yang efektif untuk membangun talenta generasi muda.

“Menghargai karya orang lain juga penting sebagai pemicu talenta yang lebih hebat lagi,” katanya.

Sementara itu, Rektor Unand, Prof. Tafdil Husni yang hadir pada kesempatan itu mengatakan untuk membangun sisi kreatif serta inovatif pun mesti dilengkapi dengan meningkatkan softskill, seiring dengan pendalaman ilmu akademik. Karena dengan adanya softskill yang mumpuni, lulusan perguruan tinggi pun, menurutnya bisa menjadi jalan agar potensi di dalam diri bisa dikembangkan dan bermanfaat untuk kehidupan orang banyak. (wahyu)