Daya Saing Rendah, Perangkat Daerah Diharapakan Ciptakan Inovasi

 

Limapuluh Kota – Kebutuhan akan inovasi di Limapuluh Kota dirasa mendesak, mengingat masih rendahnya indeksnya inovasi daerah itu. Hal itu disebabkan beragamnya permasalahan di masyarakat, serta tuntutan hadirnya layanan publik yang efektif dan efisien. Untuk itu diharapkan lahirnya inovasi daerah akan mengefektifkan perencanaan, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik yang efisien, transparan dan akuntabel, untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi dan wilayah yang berdampak kepada kesejahteraan masyarakat.

Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, menyampaikan hal itu dalam bincang dengan Singgalang, Minggu (17/7) kemarin. Menurutnya, dirinya menginginkan lahirnya inovasi yang bena-benar bisa mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat. Untuk itu dirinya telah melemparkan tantangan kepada para kepala perangkat daerah, untuk segera melahirkan inovasi di masing-masing perangkat daerah untuk meningkatkan daya saing daerah.

“Dalam kunjungan kerja yang kami lakukan ke Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Pemerintah Kota Surabaya beberapa waktu lalu, sejumlah ide dan inovasi telah dihadirkan daerah itu. Untuk itu, kami juga berkeinginan untuk bisa menciptakan iklim seperti itu di Limapuluh Kota. Apalgi saat kunjungan itu kita juga mengajak sejumlah kepala perangkat daerah, diantaranya Plt. Kepala Bapelitbang Aimel Nazra, Kepala BKPSDM Aneta Budi Putra, Ketua TP-PKK Nevi Safaruddin, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Ayu Mitria, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Devi Kusmira serta Kepala Dinas Kominfo Eki H. Purnama, agar mereka ini bisa menciptakan inovasi juga di daerah kita,” ujarnya.

Baca Juga  Penyuluh Agama Ikut Turunkan Stunting

Menurutnya, pihaknya terus terang akan menyerap semua ilmu dari Pemkab Sidoarjo sebanyak-banyaknya. Sekaligus mengajukan diri untuk kerja sama inovasi secara luas dengan Sidoarjo. “Kita tak bisa menunggu lebih lama, untuk lahirnya inovasi-inovasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang makin kompleks dan beragam. Kita inginkan masing-masing perangkat daerah melahirkan satu inovasi, yang berguna bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Limapuluh Kota,” tambahnya.

Dikatakan, dipilihnya Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo, bukan tanpa sebab. Karena kedua daerah itu tercatat sebagai daerah rujukan nasional dalam tata kelola pemerintahan berbasis digital serta melahirkan banyak inovasi dalam pelayanan publik dan dunia usaha. Kedua daerah itu diganjar banyak penghargaan seperti Kota Surabaya terplih menjadi Kota Terinovatif (Innovative Government Award/IGA 2021 dari Kementerian Dalam Negeri. “Kita akan dorong perangkat daerah lebih kompetitif, karena pengembangan inovasi akan kita pantau. Bagi inovasi yang layak dan berguna bagi masyarakat, maka perangkat daerah yang terkategori baik akan kita perhatikan secara khusus,” kata bupati.

Baca Juga  Serahkan 83 Petikan SK P3K, Bupati Beri Semangat Baru

Sementara itu, Plt. Kepala Bapelitbang Limapuluh Kota Aimel Nazra, yang dihubungi terpisah, mengatakan, perangkat daerah Limapuluh Kota mendapat banyak pelajaran berharga melalui kunker bersama kepala daerah ke dua daerah di Jawa Timur itu. Menurutnya, Bapelitbang saat melalui kerjasama dengan perangkat daerah tengah menggodok sebanyak delapan inovasi.

“Karenanya Bapelitbang selaku koodinator inovasi daerah akan merespon lebih lanjut tantangan yang dikemukakan oleh Bupati Safaruddin. September mendatang kita akan menggelar bimbingan teknis penyusunan inovasi daerah, ini diharapkan menjadi langkah Limapuluh Kota untuk memperbaiki daya saing daerah kedepannya,” ucap Aimel. 207