PARIAMAN – Rombongan Bundo Kanduang Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Minang (DPW IKM) DKI Jakarta mengunjungi Kota Pariaman dalam rangka memberikan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana Sumatera Barat pasca pemulihan setelah bencana.
Kedatangannya disambut walikota diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi, didampingi oleh Ketua Dewan Pembina Bundo Kanduang Ny. Yosneli Balad, di balairung rumah dinas walikota, Selasa (12/5).
Wakil Ketua Bundo Zuriati IKM DKI Jakarta Bundo Zuriati selaku ketua tim rombongan menyebutkan kunjungannya ke Kota Pariaman dalam rangka menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana Sumatera Barat pasca pemulihan setelah bencana.
Menurut Bundo Zuriati selain memberikan bantuan, tujuan rombongan adalah untuk bersilaturahmi dengan salah satu penasihat Bundo Kanduang yaitu Walikota Pariaman Yota Balad sekaligus mempererat silaturahmi antara perantau Minang di DKI Jakarta dengan kampung halaman yang ada di Kota Pariaman.
Mendengar tujuan baik dan mulia tersebut Ferialdi memberikan apresiasi kepada Bundo Kanduang.
Ia berharap program-program kegiatan IKM bisa berjalan lancar dan sukses serta hubungan silaturahmi dan kolobarasi kegiatan antara Pemko Pariaman dengan Bundo Kanduang IKM DKI Jakarta tetap terpelihara dengan baik.
“Bundo Kanduang adalah benteng pertahanan adat dan budaya Minangkabau di tengah arus modernisasi. Kami berharap kunjungan ini tidak hanya sebatas silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum pertukaran pikiran, studi tiru, dan penguatan nilai-nilai adat,” ungkap Ferialdi.
Ny. Yosneli Balad menambahkan kunjungan ini merupakan sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi kami. Ini adalah wujud nyata dari pepatah Minangkabau, “jauah di mato, dakek di hati”. Meskipun berdomisili di rantau, ikatan batin dengan tanah kelahiran Ranah Minang khususnya Kota Pariaman tidak pernah putus.
“Pariaman saat ini terus berbenah, baik dari sektor pariwisata, kuliner, maupun pelestarian adat budaya. Kami menyadari, peran Bundo Kanduang dan IKM sangatlah vital,” pungkas Ny. Yosneli Balad.
Rombongan yang disambut dengan suguhan makan siang khas Kota Pariaman. Juga diperkenalkan dengan produksi UMKM yang ada di Kota Pariaman yang ikut serta memamerkan dagangan mereka dalam kegiatan tersebut seperti sulaman peniti, rajutan, dan aneka kuliner ( keripik balado, ladu arai pinang, kue bawang, peyek kacang dan lainnya). (agus)












