SOLOK– Keterbatasan akses layanan keuangan di daerah pinggiran kota bukan lagi penghalang. Di Nagari Halaban Koto Baru, Kabupaten Solok, di mana kantor bank dan mesin ATM bisa dihitung jari, hadir secercah harapan bernama BRILink. Layanan keuangan digital dari BRI ini menjadi solusi jitu bagi masyarakat yang kesulitan bertransaksi, terutama setelah seharian beraktivitas.
Kisah inspiratif kali ini datang dari Refda (27 tahun), seorang agen BRILink muda yang populer di Nagari Halaban Koto Baru. Dikenal ramah dan tarifnya bersaing, Refda awalnya hanya memiliki usaha konter handphone yang menjual berbagai macam paket telepon dan voucher. Namun, tingginya permintaan masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan mendorong Refda dan suaminya untuk memberanikan diri menjadi agen BRILink.
“Dulu konter saya sepi, tapi setelah jadi agen BRILink sekitar enam bulan lalu, alhamdulillah usaha jadi makin ramai,” ungkap Refda dengan antusias, kepada Topsatu.com 28 April 2025. Ia menambahkan, setiap transaksi yang dilayani memberikan bonus dan keuntungan tersendiri.
BRILink tak hanya menambah pundi-pundi penghasilan Refda, tetapi juga mengembangkan usahanya.
“Warung yang tadinya cuma konter biasa, sekarang jadi tempat terima jasa keuangan. Ini sangat membantu perekonomian keluarga kami,” jelasnya.
Keunggulan BRILink juga terletak pada fleksibilitas layanannya. Berbeda dengan jam operasional bank yang terbatas, agen BRILink seperti Refda bahkan ada yang buka 24 jam.
“Ramainya transaksi itu biasanya sore sampai malam, karena jam segitu masyarakat baru pulang dari ladang,” kata Refda.
Disebutkannya, di era serba digital ini, BRILink terbukti menjadi solusi ampuh untuk mengembangkan usaha dan mempermudah transaksi keuangan. Hanya dengan aplikasi di smartphone dan mesin gesek ATM, Refda mampu melayani berbagai kebutuhan finansial masyarakat, menghidupkan perekonomian lokal, dan membuktikan bahwa peluang usaha bisa tumbuh subur di mana saja, bahkan di pelosok Solok.
RCEO BRI RO Padang, Riza Pahlevi, mengapresiasi para Agenk BRILink yang telah menjadi perpanjang tangan BRI dalam layanan keuangan digital. Disebutkannya, Lebih dari 34 ribu agen, dengan mayoritas (33.150 agen) memanfaatkan platform mobile, adalah bukti nyata antusiasme masyarakat Sumbar dalam mengadopsi layanan keuangan digital.
“Ini bukan hanya tentang angka, tapi tentang bagaimana kita memperluas akses dan memberdayakan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau,” ujar Riza penuh semangat.
Dijelaskannya, sebaran agen BRILink di Sumatera Barat pun menunjukkan pemerataan yang luar biasa. Khatib Sulaiman memimpin dengan 6.087 agen, diikuti Solok (3.663 agen), Sungai Penuh (2.988 agen), Bukittinggi (2.877 agen), dan Painan (2.652 agen). Angka-angka ini mencerminkan betapa BRILink telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat di berbagai penjuru Sumbar.
“Masyarakat yang tertarik menjadi Agen BRILink bisa datang ke cabang BRI terdekat. Masyarakat akan merasakan langsung manfaatnya sambil turut berkontribusi dalam memajukan perekonomian Sumatera Barat,” pungkas Riza. Yunisma












