Dari Meja dan Gerai, Kaum Milenial Merancang Rumah Impian

  • Whatsapp
Inilah salah satu perumahan KPR. (desrian erista)

Yunisma

Wartawati Topsatu.com

Pelayan di KFC di salah satu kawasan di Kota Padang mempersilahkan seorang anak muda yang sedang mengantri untuk memesan makan dan minuman yang ingin dimakan bersama sejumlah kawannya. Sipemuda pun meminta beberap potong ayam dan minuman ditambah camilan berupa kentang goreng. Saat membayar sipelayan pun bertanya, apa dia punya ATM BTN atau tidak.

Anak muda itu pun menjawab secara spontan dan mengeluarkan kartu ATM BTN. Pelayan KFC itu pun mengambil ATM BTN yang disodorkan sipemuda, sambil menjelaskan kalau pengguna ATM BTN akan mendapat diskon khusus untuk setiap pembelian makanan dan minuman di KFC atau CFC.

Pemberian diskon potongan harga ketika berbelanja makanan di gerai moderen itu, dilakukan pihak BTN tak lain untuk menggaet kaum milenial agar lebih dekat dengan BTN. Artinya lebih luas, agar kaum milenial sejak dini mempersiapkan rumah masa depannya sebelum terlanjur menua baru punya rumah.

Branch Manager PT. Bank Tabungan Negara Persero Tbk, Cabang Padang Darmin Usman yang ditemui di ruangan kerjanya membenarkan adanya kerjasama dengan KFC dan CFC tersebut.

“Pemberian diskon ketika belanja di gerai-geai KFC dan CFC dilakukan karena kaum milenial sangat suka makan dan berkumpul di sana. Jadi sambil duduk dan makan mereka bisa bicara tentang rumah impian sejak dini,” terang Darmin, Selasa (25/2).

Dikatakannya, BTN adalah bank spesifik untuk perumahan, agar image tersebut terus melekat di benak masyarakat makanya sejak 2018 lalu BTN menyasar kaum milineal. Tujuannya itu tadi, menyiapkan generasi milenial punya rumah impian dari sekarang

Bagi kaum milenial yang ingin memiliki rumah diusia muda, mereka bisa memilih beberapa progam yang memang dirancang khusus untuk kaum milenial tersebut. Kaum milenial mendonwload aplikasi bernama BTN Properti Mobile versi Android. Melalui aplikasi tersebut, para generasi milenial dengan mudah bisa mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hanya dengan ponsel Android mereka.

Dalam fitur BTN Properti Mobile tersebut, kaum milenial bisa menggunakan fitur 4D Tour Services untuk melihat unit rumah serta melihat kondisi fasilitas umum di sekitarnya tanpa harus ke lokasi, tracking pengajuan kredit secara real time untuk mengetahui status permohonan kredit serta fasilitas booking/ fee payment melalui e-channel. Di samping itu, calon debitur juga bisa mengajukan permohonan KPR secara online melalui aplikasi BTN Properti Mobile Apps dan melalui situs www.btnproperti.co.id.

“Program yang tak kalah keren bagi para milenial adalah ‘KPR Gaeesss For Millenials’ yang juga dapat diakses lewat aplikasi BTN Properti Mobile. KPR Gaeesss For Millenials merupakan kredit untuk pemilikan hunian bagi kaum milenial berusia 21-35 tahun. Untuk KPR bagi kalangan milenial ini, Bank BTN memberikan berbagai tawaran menarik, seperti bebas biaya admin, suku bunga single digit, diskon provisi 50 persen dan jangka waktu kredit hingga 30 tahun serta fasilitas dan kemudahan lain,” sebut Darmin.

Dijelaskannya, KPR Gaeesss For Millenials ini pun bisa dinikmati tidak hanya di ibu kota, tapi juga di seluruh Indonesia. Sejak resmi ditawarkan pada Oktober 2018 hingga November 2019, Bank BTN sukses mencatatkan penyaluran KPR Gaeesss senilai Rp9,3 triliun, setara penyaluran untuk 27.593 unit hunian bagi kalangan milenial.

“Jadi dengan beragam program yang kami tawarkan, kaum milenial bisa mendiskusikannya di meja dan kafe-kafe tentang rumah masa depan. Mereka satu sama lain, yang dulunya hanya ingin membeli aneka kebutuhan primer seperti fashion, barang elektronik dan lainnya, kini diarahkan untuk lebih awal membeli property. Sebab harga property dari tahun ke tahun terus naik. Beda dengan berbagai barang yang dibeli awalnya mahal, harganya akan turun ketika tahun berganti,” ulas Darmin.

Di Padang sendiri, program untuk kaum milenian ini baru dilaunching pada akhir 2019. Dalam kurun itu telah banyak kaum milenial di Ranah Minang menjadi nasabah untuk mempersiapkan rumah masa depannya.

“Untuk data berapa jumlah kaum milenial yang sudah menjadi nasabah kami, memang belum terangkum secara menyeluruh. Tapi secara keseluruhan di Indonesia sudah bisa dipastikan banyak. Apalagi di kota-kota besar,” terangnya lagi.

Ada pun kaum milenial yang menjadi sasaran BTN adalah mereka yang sudah berpenghasilan rata-rata jutaan rupiah. Seperti para youtuber, pedagang online, endorse dan lain, yang sudah memiliki pendapatan tetap setiap bulan. Dari rekening koran itu lah pihak bank bisa memberikan KPR pada kaum milenial.

“Zaman sekarang anak muda kita sudah banyak yang berpenghasilan. Mereka menggunakan kecanggihan teknologi untuk mendapatkan uang. Pendapatan mereka jutaan rupiah per bulan. Mereka ini yang akan kami gaet dan arahkan agar bisa punya rumah sejak dini. Bagi yang berminat silahkan donwload aplikasi BTN lewat play store. Kemudian isi formulir dan melengkapi syarat lewat aplikasi tanpa harus datang ke cabang-cabang BTN di berbagai nusantara,” ujarnya.

Direktur Utama Bank BTN Pahala N. Mansury mengatakan, perseroan melihat potensi besar dari generasi milenial yang belum memiliki rumah di Indonesia. Ia memaparkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menyebut, ada 81 juta orang di segmen generasi milenial yang belum memiliki rumah. Angka tersebut setara 31% dari jumlah populasi di Indonesia.

“Kalangan milenial ini menginginkan hal yang praktis. Dengan berbagai kemudahan digital yang kami miliki, kami membidik para milenial untuk dapat menjadikan Bank BTN sebagai rumah dalam bertransaksi maupun memiliki hunian,” jelas Pahala di Jakarta, Kamis (9/1).

Dihari berbeda saat HUT BTN di Jakarta, Minggu (9/2) lalu, Pahala juga mengatakan, BTN tak hanya konsisten mendukung program pemerintah untuk menyediakan hunian sejuta rumah bagi masyarakat, tapi juga bakal memperkuat inovasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk kalangan milenial. Salah satunya tentu saja dengan produk layanan perbankan berbasis digital. Pahala optimis, BTN bisa menangkap peluang pada segmen itu karena tingginya permintaan. BTN pun telah menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari meningkatkan layanan digital, mengembangkan segmen bisnis lain serta infrastrukturnya, menerapkan bisnis model yang lebih berfokus pada ritel, serta meningkatkan kualitas SDM.

“Kami akan mengeksekusi berbagai langkah strategis untuk menjadi rumah bagi milenial pada 2020. Perseroan mengincar akan menyediakan rumah bagi milenial sekaligus rumah para kaum muda tersebut untuk menyimpan dana, hingga melakukan berbagai transaksi,” katanya.

Respon Positif

Diluncurkannya berbagai program baru dari BTN untuk kaum milenial mendapat respon positif dari nasabah terdahulu. Seperti diutarakan Doni seorang warga Padang yang lebih dulu membeli rumah melalui KPR BTN. Dia justru ingin mengulang waktu, untuk bisa mempersiapkan diri agar punya rumah sejak muda.

“Andai program ini sudah ada sejak dulu, mungkin saya sudah punya rumah lebih awal. Tapi sudahlah, yang penting sekarang saya dan keluarga sudah punya rumah lewat KPR BTN. Ke depan akan saya rancang untuk anak-anak, lewat program khusus kaum milenial pastinya,” ujar pria dua anak itu.

Dia bercerita, di zamannya kebanyakan orang baru memikirkan rumah setelah menikah. Ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Mulai dari gaji yang pas-pasan hingga keinginan yang tak muncul lebih awal untuk punya rumah impian.

Seiring perkembangan zaman, berbagai kemudahan didapat kaum sekarang yang disebut dengan kaum milenial. Semua serba gampang dan mudah didapat. Termasuk untuk mewujudkan rumah impian tadi.

Menurut Doni, berbagai program yang diluncurkan BTN untuk kaum milenial harus cepat mereka tangkap. Jika tidak, akan mengundang penyesalan di kemudian hari. Dari sekarang mereka harus mempersiapkan kebutuhan rumah untuk keluarganya kelak. Bila tiba masanya, kaum milenial itu akan membawa istri dan anak-anaknya ke rumah impian yang sudah dibeli lewat program khusus BTN untuk milenial tadi.

Berbagai kemudahan dan fitur menarik yang disediakan BTN, akan mewujudkan mimpi kaum milenial memiliki rumah diusia muda. Mereka diarahkan untuk tidak lagi membeli kebutuhan yang mubazir tapi menjadi pemimpin untuk diri sendiri dalam mengelola keuangan, dengan berinvestasi property. Ketika masanya mereka berumah tangga, sudah tak pusing membawa keluarga baru ke rumah impian masing-masing. (*)

 

 

 

 

 

Rekomendasi