Agam  

Danau Maninjau Kritis, Bupati Intensifkan Koordinasi

Keramba di Danau Maninjau

LUBUK BASUNG – Bupati  Agam DR. Andri Warman intensif melakukan koordinasi dengan masyarakat salingka danau sebagai langkah awal untuk melaksanakan program penyelamatan Danau Maninjau. 

“Saya sudah panggil semua wali nagari sekeliling Danau Maninjau,  salah satu tujuan agar semua bersepakat dengan menyelamatkan Danau Maninjau ini,” kata Bupati AWR Minggu (6/6).

Ada 9 nagari di Tanjung Raya yaitu  Sungai Batang, Maninjau, Tanjuang Sani, Bayua, Duo Koto, Peninjauan, Koto Gadang,  Koto Kasiak dan Koto Malintang. Ke sembilan nagari itu terletak di sekeliling Danau Maninjau dan masing masing nagari memiliki ulayat danau Maninjau 99,5 km2.

Agar penyelamatan danau ini berhasil dan efektif, para wali nagari harus sepakat dulu menyelamatkan Danau Maninjau ini dengan serius. “Tanpa keseriusan ini, upaya kita ini tidak berhasil,” tambah AWR.

Baca Juga  MDA SDN 24 Pakan Sinayan Banuhampu Khatam Qur’an ke-16

Bupati mengatakan Danau Maninjau sudah termasuk danau kritis dan menjadi prioritas  pemerintah pusat. “Saya serius, Danau Maninjau harus diselamatkan. Saya tahu, kalau saya tidak akan populer,” katanya. 

Untuk itu, para wali nagari yang menjadi ujung tombak pemerintahan, harus bersama-sama memulai pekerjaan ini. 

“Dalam rapat itu saya minta para wali nagari memastikan jumlah keramba di perairan pantai masing masing, termasuk  nama pemiliknya,” kata bupati.

Bupati mengaku tidak mendapatkan data  pasti berapa dan siapa saja yang memiliki Keramba Jaring Apung (KJA). ” Saya tanya wali nagari, tidak ada yang memiliki data itu,  berapa  jumlah keramba di nagarinya dan siapa pemiliknya,”  ujar AWR. 

Baca Juga  Pemkab Agam Benahi Objek Wisata Sambut Lebaran 

Tentang pemilik  keramba, bupati  mengaku banyak di antaranya pengusaha dari luar Tanjung Raya. ” Kita prioritaskan yang boleh berkaramba itu hanya rakyat kita. Sebab daya tampung danau hanya 6.000 saja,” katanya. 

Tokoh masyarakat Salingka Danau Reflismen Dt.Sinaro Nan Kuniang ditanya mengatakan, pada prinsipnya masyarakat mendukung keinginan pemerintah untuk membersihkan Danau Maninjau.”Tapi masyarakat tidak mau dirugikan, misalnya jika jumlah keramba dikurangi,  masyarakat menolak,” katanya. 

Reflismen mengatakan, hari ini semua unsur Salingka Danau di Tanjung Raya sedang mengadakan pertemuan untuk membentuk asosiasi pemilik keramba Salingka Danau. 

“Dalam pertemuan itu sudah sepakat pemilik keramba Salingka Danau menolak pengurangan jumlah keramba,” kata Dt.Sinaro Nan Kuniang. (M.Khudri)